HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan Lengkap
Praktikum Biologi Umum dengan Judul “Percobaan
Lazarro Spallanzani” disusun oleh:
Nama : Andi Tenri Rawe
NIM : 131 5141 009
Kelas : Geografi / Sains
Kelompok : Lima
( 5 )
Telah
diperiksakan dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator asisten maka
dinyatakan diterima
Makassar, November 2013
Koordinator Asisten Asisten
Rachmayani
Ardiasyah,S.Pd Zul Fadhli
NIM : 1114040019
Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab Praktikum
Alimuddin, S.Si, M.Si
NIP: 1969 1231199 702 1001
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Awal mulanya dunia ini hanya sebatas
planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk
yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Asal-usul kehidupan banyak yang belum mengetahui
sepenuhnya, karena ada hal-hal yang masih menjadi misteri karena banyaknya
pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa kehidupan berasal dari benda mati, ada
juga yang berpendapat bahwa kehidupan berasal dari kehidupan yang sudah ada
sebelumnya. Proses terbentuknya bumi pun masih menjadi sebuah misteri.
Dari banyaknya ketidaktahuan
manusia, membuat para ilmuwan-ilmuwan sebelumnya melakukan serangkaian
percobaan untuk membuktikan asal-usul kehidupan yang sebenarnya berasal
darimana. Teori asal-usul yang dikemukakan ada tiga yaitu Abiogenesis,
Biogenesis, dan teori evolusi kimia.
Teori Abiogenesis, Pendapat yang
dikemukakan oleh Aristoteles, bahwa
kehidupan itu berasal dari benda mati. Teori Biogenesis, seperti percobaan yang
dilakukan oleh Louis Pasteur, yang
menggunakan tabung leher angsa. Dia berpendapat dan meyakini bahwa sebuah sel
berasal dari sel lainnya. Pendapat ini hampir serupa dengan pendapat yang
dikemukakan oleh fisikawan Italia yaitu Francesco
Redi, bahwa mahlik hidup tidak terbentuk begitu saja dari benda mati,
tetapi semua mahluk hidup terbentuk dari mahluk hidup juga. Teori evolusi
kimia, pendapat Harold Urey, yang
didasari atas pemikiran bahwa bahan organik merupakan bahan dasar organisme
hidup, yang pada mulanya dibentuk sebagi reaksi gas yang ada di alam dengan
bantuan energi. Menurut Melvin Calvin,
bahwa radiasi sinar matahari dapat mengubah beberapa zat-zat kimia yang
merupakan zat dasar pembentukan DNA, RNA, ATP, dan ADP. Dari evolusi kimia
dapat di simpulakan bahwa senyawa-senyawa anorganik yang ada di atmosfer
mengalami perubahan sediki demi sedikit membentuk senyawa organik. Senyawa
organik itulah yang merupakan komponen dasar mahluk hidup.
B.
Tujuan Praktikum
Percobaan ini bertujuan untuk
memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pemikiran dan
langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuwan/peneliti dalam memecahkan
masalah biologi, khusunya menjawab pertanyaan di atas.
C.
Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari percobaan ini adalah :
1. Kita bisa mengetahui bagaimana cara para peneliti
terdahulu dalam memecahkan masalah biologi.
2. Kita bisa mengetahui asal kehidupan itu dari manas.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kehidupan
adalah ciri yang membedakan objek yang memiliki isyarat dan proses penopang
diri (organisme hidup) denggan objek yang tidak memilikinya baik
karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki
fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati. Ilmu yang berkaitan
dengan studi tentang kehidupan adalah biologi.
(Audi Rayati Putri,
2013)
Teori
mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang.
Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut, seperti
teori Abiogenesis (Generatio Spontanea), teori Biogenesis, teori Kosmos, teori
Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. Diantara beberapa teori tersebut teori
Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan
(Pratiwi, 2004).
Asal-usul
kehidupan teori Abiogenesis menyatakan “Makhluk hidup berasal
dari benda tak hidup”. Beberapa ilmuwan
yang berprinsip demikian adalah : Aristoteles, Antonie Van Leeuwenhoek dan Jhon Needham. Teori
Biogenesis menyatakan
“Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya”. Beberapa ilmuwan yang
berprinsip demikian adalah : Frasncesco Redi melakukan eksperimen menggunakan daging
yang ditaruh di dalam
3 toples berbeda (tertutup, terbuka dan tertutup kain
kasa). Dapat
disimpulkan larva bukan berasal dari daging melainkan lalat yang bertelur di
atas daging. Lazarro Spallanzani membuktikan bahwa
mahluk hidup tidak berasal dari air kaldu, dan mereka berpendapat bahwa labu
yang ditutup tidak terdapat oksigen untuk hidup. Oleh karena itu, percobaan
Lazarro Spallanzani belum berhasil menumbangkan teori abiogenesis ( Kimbal,
1993 ).
Kemudian hasil
percobaan Lazarro Spallanzani diperbaiki oleh Louis Pasteur dengan menggunakan
kaca yang berbentuk leher angsa. Tentunya pada tabung ini telah
dibersihkan. Walaupun udara dapat keluar masuk tabung dalam air kaldu. Kemudian
leher tabuung dipatahkan dan setelah beberapa hari, air kaldu menjadi keruh dan
gagallah usaha untuk mempertahankan pandangan Abiogenesis/ Generatio Spontanea
dari Aristoteles. Lalu, muncullah teori Biogenesis yang mengatakan bahwa mahluk
hidup berasal dari mahluk hidup yang sebelumnya (Pratiwi, 1999).
Teori evolusi
kimia yang didukung oleh beberapa ilmuwan mengemukakan pendapat adanya panas
dari berbagai sumber, berbagai energi senyawa-senyawa sederhana ini saling
bereaksi membentuk molekul-molekul yang lebih kompleks. Suatu keadaan membentuk
senyawa-senyawa organik, hasil reaksi ini semakin lama semakin semakin banyak
dan berkumpul di lautan sehingga terbentuklah campuran berbagai senyawa. Oleh
Haldane disebut senyawa sup yang kaya akan materi-materi, dalam lautan yang
makin panas. Bahan sup inilah yang merupakan bahan pembentuk protoplasma yang
selanjutnya membentuk sel oval. Sampai saat ini, belum ada seorang pun ilmuwan
yang berhasil memecahkan masalah bagaimana asal usul kehidupan di bumi ini.
Banyak teori atau paham yang dikemukakan oleh ilmuwan mengenai masalah
tersebut, tetapi semuanya belum dapat memberikan jawaban yang memuaskan
(Jamila, 2005).
Teori Kreasi Khas (Special Creation),
menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (gaib) pada saat
istimewa. Segala spesies makhluk hidup saat ini sudah ada sejak dahulu dan
masing-masing spesies diciptakan sendiri-sendiri sebagaimana adanya saat ini.
Penganut teori adalah Carolus Linnaeus. Teori Kosmozoon, menyatakan bahwa kehidupan di dunia berasal dari angkasa atau datang dari
meteor yang jatuh dari angkasa luar (kosmos) ke bumi. Hal itu diperkuat dengan hasil analisis peninggalan
peradapan Inca. Pelopor teori ini adalah Arrhenius (1991). Teori Kataklisma, menyatakan bahwa segala spesies diciptakan sendiri-sendiri dan berlangsung dalam
periode-periode, dimana antara periode satu dengan yang lain terjadi bencana.
Bencana itu menghancurkan spesies-spesies sebelumnya dan memunculkan pesies
baru. Pelopor teori ini adalah Cuvier. Teori Evolusi Kimia, dikemukakan oleh Harold Urey. Teori ini menyatakan bahwa asal-usul
kehidupan diawali dengan adanya senyawa organik di atmosfer yang berupa gas-gas
seperti metana (CH4), Hidrogen(H2), Uap air (H2O), dan amonia (NH3) yang
bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik halilintar
sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangunan kehidupan.
Proses terbentuknya makhluk hidup menurut teori Urey terdiri dari empat
tahapan, yaitu : Tersedianya uap air, metana, hidrogen, dan amonia dalam jumlah yang banyak
di atmosfir bumi. Adanya energi yang besar yang berasal dari aliran listrik halilintar dan
radiasi sinar kosmis menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk senyawa
organik yang lebih besar dan kompleks. Terbentuknya zat hidup yang paling sederhana. Zat hidup yang terbentuk berkembang menjadi sejenis
organisme yang lebih kompleks dalam waktu jutaan tahun. Pendukung teori ini adalah Stanley Miller,
Alexander Ivanovich Oparin, Sydney W. Fox, dan Melvin Calvin. Teori Evolusi Biologi, menyatakan
bahwa mahluk hidup pertama merupakan hasil dari evolusi molekul anorganik
(evolusi kimia) yang kemudian berkembang menjadi struktur kehidupan (sel).
Berdasarkan hasil percobaan Oparin, Haldane, dan Urey, asal usul kehidupan
berasal dari sintesis dan akumulasi monemer organik pada kondisi abiotik.
Molekul yang dihasilkan secara abiotik ini disebut protobion yang merupakan
bentuk sel hidup awal yang belum mampu bereproduksi tetapi mampu memelihara
lingkungan kimia dalam tubuhnya yang berbeda dari lingkungan sekitarnya. Ada beberapa
tipe protobion yaitu sebagai berikut: 1. Koaservat merupakan tetesab stabilyang cendrung terbentuk pada suspensi
makromolekul (polimer),misalnya polipeptida, asam nukleat, dan polisakarida
yang dikocok, 2. Mikrosfer merupakan protobion yang terbentuk dengan sendirinya
menjadi tetes-tets kecil saat didinginkan, 3. Liposom merupakan protobion yang
langsung terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes-tetes kecil apabila
komposisi organiknya mengandung lipid tertentu. Protobion inilah yang merupakan mahluk hidup
pertama yang bersifat hetetrof primer yang hidup secara anaerob. Sel mengalami
perkembangan melalui evolusi dari bentuk yang paling sederhana ke bentuk yang
paling kompleks. Cosmozoa, merupakan pendapat
yang menyatakan bahwa mahluk hidup di bimi ini berasal dari luar bumi mungkin
dari planet lain (Iswandi Ari, 2013).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.
Waktu dan Tempat
1.
Waktu praktikum
Hari/Tanggal : Selasa, 19 November 2013
Waktu : Pukul
13.00-15.50 WITA
2.
Tempat Praktikum : Green House Biologi FMIPA UNM
B.
Alat dan Bahan
1.
Alat
a.
3 buah tabung
reaksi
b.
1 buah rak tabung
reaksi
c.
1 buah klem kayu
d.
2 buah sumbat
gabus/karet yang sesuai
2.
Bahan
a.
30 ml Air kaldu
b.
1 buah lampu
spiritus
c.
1 potong lilin
d.
Label
C.
Prosedur Kerja
1.
Isi ketiga tabung
reaksi dengan kaldu masing-masing 10 ml.
2.
Tabung I, sumbat
dengan tutup gabus/karet dan tetesi lilin cair sela antara mulut tabung dengan
tutup.
3.
Tabung II, didihkan
kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, biarkan terbuka ( tanpa
tutup).
4.
Tabung III,
didihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, segera tutup
dengan gabus dan tetesi lilin cair sela antara mulut tabun dengan tutupnya.
5.
Letakkan semua
tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan simpan di atas meja kerjamu,
usahakan terhindar dari gangguan hewan, cahaya matahari langsung dan sumber
panas lainnya.
6.
Lakukan pengamatan
dan pencatatan setiap hari, selama 5 hari.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Tabel hasil pengamatan
|
Hari ke-
|
Tabung
|
|||||||||||
|
Tabung I
|
Tabung II
|
Tabung III
|
||||||||||
|
W
|
Ba
|
Bu
|
E
|
W
|
Ba
|
Bu
|
E
|
W
|
Ba
|
Bu
|
E
|
|
|
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
+
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
3
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
+
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
4
|
-
|
-
|
-
|
+
|
+
|
-
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
5
|
+
|
-
|
+
|
+
|
+
|
-
|
+
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Keterangan :
·
W = Warna
·
BA = Bau
·
BU = Buih
·
ED = Endapan
·
- = Tidak mengalami perubahan
·
+ = Mengalami perubahan
·
++ = Perubahaan meningkat
B.
Gambar Hasil
Pengamatan
|
Keadaan Tabung Pada Hari
Pertama Pengamatan
|
Keterangan
|
|
Tabung I Tabung
II Tabung III
|
1. Sumbat gabus
2. Tabung reaksi
3. Larutan
|
|
Keadaan Tabung Pada Hari Kelima
Pengamatan
|
Keterangan
|
|
Tabung I Tabung
II Tabung III
|
1. Sumbat gabus
2. Tabung reaksi
3. Larutan
4.
Buih
5.
Warna
6.
Endapan
|
C.
Pembahasan
Teori biogenesis menyebutkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
juga. Teori ini pertama kali di kemumkakan oleh ilmuwan Italia yang bernama
Fransisco Redi. Setelah Redi mengemukakan teorinya, banyak ilmuwan yang
melakukan percobaan. Percobaan-percobaan tersebut membuktikan bahwa Abiogenesis
tidak benar.Seperti yang dilakukan oleh Lazzarro Spallanzani.
Lazzarro Spallanzani turut mendukung pendapat Redi, dengan meneliti
perkembangan bakteri dalam kaldu. Ia mempergunakan tiga buah botol atau tabung
reaksi yang diisi kaldu.Selanjutnya, ketiga tabung tersebut mendapat perlakuan
sebagai berikut:
Tabung 1 : ditutup rapat tanpa dipanasi
Tabung 2 : dipanasi dan di biarkan terbuka
Tabung 3 : dipanasi dan ditutup rapat
Setelah dilakukan percobaan Lazarro Spallanzani selama 5
hari, hasil yang didapat sebagai berikut:
a.
Tabung I
Tabung ini
tertutup tanpa pemanasan air kaldu terlebih dahulu. Pada hari pertama air kaldu
masih terlihat bening tanpa perubahan yang terjadi seperti warna, bau, buih dan
endapan. Pada hari kedua sudah ada sedikit endapan pada dasar tabung tempat air
kaldu, tanpa perubahan warna, bau dan buih, ini terjadi sampai hari keempat.
Pada hari kelima baru ada perubahan warna, terdapat buih dan juga endapan
bertambah.
Kesimpulannya,
bahwa tabung yang tertutup belum pasti akan terhindar dari mikroorganisme,
terlebih lagi air kaldu pada tabung ini tidak melalui proses pemanasan terlebih
dahulu. Sehingga perubahan yang terjadi pada air kaldu tak lepas dari peran
mikroorganisme.
b.
Tabung II
Tabung ini
telah melalui proses pemanasan tanpa tabung ditutup. Pada hari pertama belum
ada perubahan yang signifikan terhadap air kaldu. Pada hari kedua dan ketiga
air kaldu mulai mengeluarkan bau dan terdapat endapan. Pada hari ke empat dan
kelima sudah ada perubahan warna, dan masih ada endapan. Tetapi bau dari air
kaldu sudah tidak seperti pada heri kedua dan ketiga.
Kesimpulannya,
bahwa tabung yang berisi air kaldu yang sudah melalui proses pemanasan tidak luput
dari mikroorganisme yang mengubah bau dari air kaldu tersebut. Terlebih lagi
tabung tidak tertutup. Sehingga mikroorganisme dengan bebas masuk kedalam
tabung dan membuat perubahan pada air kaldu tersebut.
c.
Tabung III
Tabung ini
telah melalui proses pemanasan dan tertutup rapat. Pada hari pertama hingga
hari kelima tidak ada perubahan yang terjadi pada air kaldu seperti warna, bau,
buih maupun endapan.
Kesimpulannya,
bahwa tabung ketiga bebas dri mikoorganisme, walaupun ada kemungkinan kecil
dapat menrubah air kaldu secara besar. Sehingga air kaldu tetap seperti
awalnya.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan, bahwa pendapat
yang mengatakaan “Mahluk hidup berasal dari mahkluk hidup yang sudah ada”
terbukti benar, karena dari perubahan-perubahan yang terjadi pada percobaan air
kaldu itu semua disebabkan oleh organisme-organisme yang dibawah oleh udara
saat tabung di isi dengan air kaldu.
B.
Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah:
1.
Untuk praktikan,
berhati-hati dalam menggunakan alat yang mudah pecah atau mudah terbakar agar
kecelakaan dapat dihindari.
2.
Untuk asisten,
tetap fokus pada praktikan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan
praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Ari Iswandi, http://iswandiari.blogspot.com/2013/05/kehidupan-di-dunia-asal-mula-kehidupan.html
(diakses pada hari Minggu tanggal 24 November 2013)
Jamila. 2005. Biologi Umum.
Bandung: Ganesha.
Kimbal, W John. 1993. Sains
Biologi. Jakarta: Erlangga.
Pratiwi, D.A. 2007. Buku
Penuntun Biologi. Jakarta: Bima Aksara.
Pratiwi. 1999. Sains Biologi. Bandung:
Ganesha.
Putri Audi Rayati, http://audirayatiputri.wordpress.com/2013/04/17/teori-awal-dan-asal-mula-kehidupan-di-bumi/
(diakses pada hari Rabu tanggal 27 November 2013)
Nurlita,http://filzahazny.wordpress.com/2008/02/23/teori-abiogenesis-dan
biogenesis/ (diakses pada hari Jumat tanggal 29 November 2013)
LAMPIRAN
1. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan
tersebut diatas ?
Jawab :
Yang menyebabkan perubahan kaldu pada percobaan
tersebut adalah Mikroorganisme yang hidup di dalam kaldu yang sempat ikut masuk
kedalam tabung yang di bawa oleh udara.
2. Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan
kaldu tersebut ?
Jawab :
Makhluk hidup yang menyebabkan perubahan pada kaldu
tersebut berasal dari spora mahkluk hidup yang mungkin ikut terbawa bersama
kaldu atau mungkin berasal dari udara bebas.
3. Perubahan pada kaldu tersebut terjadi pada tabung yang diperlakukan
bagaimana ? Mengapa bisa demikian ?
Jawab :
Air kaldu yang mengalami perubahan adalah air kaldu
yang berada pada tabung yang kaldunya tidak disterilkan atau tidak diisolasi
tabungnya dari udara bebas atau air kaldu yang disterilkan tapi tabungnya tidak
ditutup, atau tabungnya ditutup tapi tidak disterilkan kaldunya. Sehingga
mikroorganisme yang sempat ikut ke dalam tabung dapat melakukan aktivitas.
4. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami
perubahan ? Mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau ?
Jawab :
Kaldu yang tidak mengalami perubahan warna dan bau
adalah tabung yang disterilkan dengan cara dipanasi dan diisolasi dari udara
luar dengan sumbat gabus. Hal ini terjadi karena mikroorganisme yang sempat
ikut kedalam tabung mati pada saat tabung dipanaskan, dan mikroorganisme baru tidak
mungkin bisa berkembang biak.
5. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba muncul mikroorganisme baru ?
Jawab :
Kemungkinan bisa terjadi, karena masih adanya
kebebasan mikroorganisme masuk kedalam tabung seperti pada tabung II, yang
tanpa tutup. Masih terkontaminasi dengan udara.
6. Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat
menyangkal teori Generatio Spontanea ?
Jawab :
Iya, karena perubahan-perubahan yang terjadi pada
tabung berisi kaldu dapat menunjukkan bahwa perubahan tersebut diakibatkan oleh
organisme yang ikut masuk pada tabung saat air kaldu dimasukkan. Seperti pada Tabung
II yang mengalami banyak perubahan seperti warna, buih, dan terdpatnya
endapan.
No comments:
Post a Comment