Thursday, December 5, 2013

Biologi - Lazarro Spallanzani



HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Biologi Umum dengan Judul “Percobaan Lazarro Spallanzani” disusun oleh:
Nama               : Andi Tenri Rawe
NIM                : 131 5141 009
Kelas               : Geografi / Sains
Kelompok       : Lima ( 5 )
Telah diperiksakan dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator asisten maka dinyatakan diterima


Makassar,   November 2013

        Koordinator Asisten                                                         Asisten


 Rachmayani Ardiasyah,S.Pd                                             Zul Fadhli
                                                                 NIM : 1114040019
                       


 Mengetahui,
     Dosen Penanggung Jawab Praktikum




              Alimuddin, S.Si, M.Si
        NIP: 1969 1231199 702 1001



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Asal-usul kehidupan banyak yang belum mengetahui sepenuhnya, karena ada hal-hal yang masih menjadi misteri karena banyaknya pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa kehidupan berasal dari benda mati, ada juga yang berpendapat bahwa kehidupan berasal dari kehidupan yang sudah ada sebelumnya. Proses terbentuknya bumi pun masih menjadi sebuah misteri.
Dari banyaknya ketidaktahuan manusia, membuat para ilmuwan-ilmuwan sebelumnya melakukan serangkaian percobaan untuk membuktikan asal-usul kehidupan yang sebenarnya berasal darimana. Teori asal-usul yang dikemukakan ada tiga yaitu Abiogenesis, Biogenesis, dan teori evolusi kimia.
Teori Abiogenesis, Pendapat yang dikemukakan oleh Aristoteles, bahwa kehidupan itu berasal dari benda mati. Teori Biogenesis, seperti percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang menggunakan tabung leher angsa. Dia berpendapat dan meyakini bahwa sebuah sel berasal dari sel lainnya. Pendapat ini hampir serupa dengan pendapat yang dikemukakan oleh fisikawan Italia yaitu Francesco Redi, bahwa mahlik hidup tidak terbentuk begitu saja dari benda mati, tetapi semua mahluk hidup terbentuk dari mahluk hidup juga. Teori evolusi kimia, pendapat Harold Urey, yang didasari atas pemikiran bahwa bahan organik merupakan bahan dasar organisme hidup, yang pada mulanya dibentuk sebagi reaksi gas yang ada di alam dengan bantuan energi. Menurut Melvin Calvin, bahwa radiasi sinar matahari dapat mengubah beberapa zat-zat kimia yang merupakan zat dasar pembentukan DNA, RNA, ATP, dan ADP. Dari evolusi kimia dapat di simpulakan bahwa senyawa-senyawa anorganik yang ada di atmosfer mengalami perubahan sediki demi sedikit membentuk senyawa organik. Senyawa organik itulah yang merupakan komponen dasar mahluk hidup.

B.       Tujuan Praktikum
Percobaan ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pemikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuwan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi, khusunya menjawab pertanyaan di atas.

C.      Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari percobaan ini adalah :
1.      Kita bisa mengetahui bagaimana cara para peneliti terdahulu dalam memecahkan masalah biologi.
2.      Kita bisa mengetahui asal kehidupan itu dari manas.



















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kehidupan adalah ciri yang membedakan objek yang memiliki isyarat dan proses penopang diri (organisme hidup) denggan objek yang tidak memilikinya baik karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati. Ilmu yang berkaitan dengan studi tentang kehidupan adalah biologi.
(Audi Rayati Putri, 2013)
Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut, seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea), teori Biogenesis, teori Kosmos, teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi, 2004).
Asal-usul kehidupan teori Abiogenesis menyatakan “Makhluk hidup berasal dari benda tak hidup”. Beberapa ilmuwan yang berprinsip demikian adalah : Aristoteles, Antonie Van Leeuwenhoek dan Jhon Needham. Teori Biogenesis menyatakan “Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya”. Beberapa ilmuwan yang berprinsip demikian adalah Frasncesco Redi melakukan eksperimen menggunakan daging yang ditaruh di dalam 3 toples berbeda (tertutup, terbuka dan tertutup kain kasa). Dapat disimpulkan larva bukan berasal dari daging melainkan lalat yang bertelur di atas daging. Lazarro Spallanzani membuktikan bahwa mahluk hidup tidak berasal dari air kaldu, dan mereka berpendapat bahwa labu yang ditutup tidak terdapat oksigen untuk hidup. Oleh karena itu, percobaan Lazarro Spallanzani belum berhasil menumbangkan teori abiogenesis ( Kimbal, 1993 ).
Kemudian hasil percobaan Lazarro Spallanzani diperbaiki oleh Louis Pasteur dengan menggunakan kaca yang berbentuk leher angsa.  Tentunya pada tabung ini telah dibersihkan. Walaupun udara dapat keluar masuk tabung dalam air kaldu. Kemudian leher tabuung dipatahkan dan setelah beberapa hari, air kaldu menjadi keruh dan gagallah usaha untuk mempertahankan pandangan Abiogenesis/ Generatio Spontanea dari Aristoteles. Lalu, muncullah teori Biogenesis yang mengatakan bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk hidup yang sebelumnya (Pratiwi, 1999).
Teori evolusi kimia yang didukung oleh beberapa ilmuwan mengemukakan pendapat adanya panas dari berbagai sumber, berbagai energi senyawa-senyawa sederhana ini saling bereaksi membentuk molekul-molekul yang lebih kompleks. Suatu keadaan membentuk senyawa-senyawa organik, hasil reaksi ini semakin lama semakin semakin banyak dan berkumpul di lautan sehingga terbentuklah campuran berbagai senyawa. Oleh Haldane disebut senyawa sup yang kaya akan materi-materi, dalam lautan yang makin panas. Bahan sup inilah yang merupakan bahan pembentuk protoplasma yang selanjutnya membentuk sel oval. Sampai saat ini, belum ada seorang pun ilmuwan yang berhasil memecahkan masalah bagaimana asal usul kehidupan di bumi ini. Banyak teori atau paham yang dikemukakan oleh ilmuwan mengenai masalah tersebut, tetapi semuanya belum dapat memberikan jawaban yang memuaskan (Jamila, 2005).
Teori Kreasi Khas (Special Creation), menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (gaib) pada saat istimewa. Segala spesies makhluk hidup saat ini sudah ada sejak dahulu dan masing-masing spesies diciptakan sendiri-sendiri sebagaimana adanya saat ini. Penganut teori adalah Carolus Linnaeus. Teori Kosmozoon, menyatakan bahwa kehidupan di dunia berasal dari angkasa atau datang dari meteor yang jatuh dari angkasa luar (kosmos) ke bumi. Hal itu diperkuat dengan hasil analisis peninggalan peradapan Inca. Pelopor teori ini adalah Arrhenius (1991). Teori Kataklisma, menyatakan bahwa segala spesies  diciptakan sendiri-sendiri dan berlangsung dalam periode-periode, dimana antara periode satu dengan yang lain terjadi bencana. Bencana itu menghancurkan spesies-spesies sebelumnya dan memunculkan pesies baru. Pelopor teori ini adalah Cuvier. Teori Evolusi Kimia, dikemukakan oleh Harold Urey. Teori ini menyatakan bahwa asal-usul kehidupan diawali dengan adanya senyawa organik di atmosfer yang berupa gas-gas seperti metana (CH4), Hidrogen(H2), Uap air (H2O), dan amonia (NH3) yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik halilintar sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangunan kehidupan. Proses terbentuknya makhluk hidup menurut teori Urey terdiri dari empat tahapan, yaitu : Tersedianya uap air, metana, hidrogen, dan amonia dalam jumlah yang banyak di atmosfir bumi. Adanya energi yang besar yang berasal dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk senyawa organik yang lebih besar dan kompleks. Terbentuknya zat hidup yang paling sederhana. Zat hidup yang terbentuk berkembang menjadi sejenis organisme yang lebih kompleks dalam waktu jutaan tahun. Pendukung teori ini adalah Stanley Miller, Alexander Ivanovich Oparin, Sydney W. Fox, dan Melvin Calvin. Teori Evolusi Biologi, menyatakan bahwa mahluk hidup pertama merupakan hasil dari evolusi molekul anorganik (evolusi kimia) yang kemudian berkembang menjadi struktur kehidupan (sel). Berdasarkan hasil percobaan Oparin, Haldane, dan Urey, asal usul kehidupan berasal dari sintesis dan akumulasi monemer organik pada kondisi abiotik. Molekul yang dihasilkan secara abiotik ini disebut protobion yang merupakan bentuk sel hidup awal yang belum mampu bereproduksi tetapi mampu memelihara lingkungan kimia dalam tubuhnya yang berbeda dari lingkungan sekitarnya. Ada beberapa tipe protobion yaitu sebagai berikut: 1. Koaservat merupakan tetesab stabilyang cendrung terbentuk pada suspensi makromolekul (polimer),misalnya polipeptida, asam nukleat, dan polisakarida yang dikocok, 2. Mikrosfer merupakan protobion yang terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes-tets kecil saat didinginkan, 3. Liposom merupakan protobion yang langsung terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes-tetes kecil apabila komposisi organiknya mengandung lipid tertentu. Protobion inilah yang merupakan mahluk hidup pertama yang bersifat hetetrof primer yang hidup secara anaerob. Sel mengalami perkembangan melalui evolusi dari bentuk yang paling sederhana ke bentuk yang paling kompleks. Cosmozoa, merupakan pendapat yang menyatakan bahwa mahluk hidup di bimi ini berasal dari luar bumi mungkin dari planet lain (Iswandi Ari, 2013).





BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
1.      Waktu praktikum
Hari/Tanggal                     : Selasa, 19 November 2013
Waktu                               : Pukul 13.00-15.50 WITA
2.      Tempat Praktikum             : Green House Biologi FMIPA UNM
B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       3 buah tabung reaksi
b.      1 buah rak tabung reaksi
c.       1 buah klem kayu
d.      2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai
2.      Bahan
a.       30 ml Air kaldu
b.      1 buah lampu spiritus
c.       1 potong lilin
d.      Label
C.    Prosedur Kerja
1.      Isi ketiga tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 ml.
2.      Tabung I, sumbat dengan tutup gabus/karet dan tetesi lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup.
3.      Tabung II, didihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, biarkan terbuka ( tanpa tutup).
4.      Tabung III, didihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, segera tutup dengan gabus dan tetesi lilin cair sela antara mulut tabun dengan tutupnya.
5.      Letakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan simpan di atas meja kerjamu, usahakan terhindar dari gangguan hewan, cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya.
6.      Lakukan pengamatan dan pencatatan setiap hari, selama 5 hari.



























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Tabel hasil pengamatan
Hari ke-
Tabung
Tabung I
Tabung II
Tabung III
  W
Ba
Bu
E
W
Ba
Bu
E
W
Ba
Bu
E
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
-
-
-
+
-
+
-
+
-
-
-
-
3
-
-
-
+
-
+
-
+
-
-
-
-
4
-
-
-
+
+
-
-
+
-
-
-
-
5
+
-
+
+
+
-
+
+
-
-
-
-










 Keterangan :
·   W = Warna                      
·   BA = Bau                         
·   BU = Buih                      
·   ED = Endapan
·   -     = Tidak mengalami perubahan
·   +    = Mengalami perubahan
·   ++  = Perubahaan meningkat









B.     Gambar  Hasil Pengamatan
Keadaan Tabung Pada Hari Pertama Pengamatan
Keterangan













Tabung I                   Tabung II                   Tabung III  

1.      Sumbat gabus

2.      Tabung reaksi

3.      Larutan

Keadaan Tabung Pada Hari Kelima Pengamatan
Keterangan













Tabung I                 Tabung II                  Tabung III

1.    Sumbat gabus

2.    Tabung reaksi

3.    Larutan

4.    Buih

5.    Warna

6.    Endapan






C.    Pembahasan
Teori biogenesis menyebutkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Teori ini pertama kali di kemumkakan oleh ilmuwan Italia yang bernama Fransisco Redi. Setelah Redi mengemukakan teorinya, banyak ilmuwan yang melakukan percobaan. Percobaan-percobaan tersebut membuktikan bahwa Abiogenesis tidak benar.Seperti yang dilakukan oleh Lazzarro Spallanzani.
Lazzarro Spallanzani turut mendukung pendapat Redi, dengan meneliti perkembangan bakteri dalam kaldu. Ia mempergunakan tiga buah botol atau tabung reaksi yang diisi kaldu.Selanjutnya, ketiga tabung tersebut mendapat perlakuan sebagai berikut:
Tabung 1 : ditutup rapat tanpa dipanasi
Tabung 2 : dipanasi dan di biarkan terbuka
Tabung 3 : dipanasi dan ditutup rapat
Setelah dilakukan percobaan Lazarro Spallanzani selama 5 hari, hasil yang didapat sebagai berikut:
a.       Tabung I
Tabung ini tertutup tanpa pemanasan air kaldu terlebih dahulu. Pada hari pertama air kaldu masih terlihat bening tanpa perubahan yang terjadi seperti warna, bau, buih dan endapan. Pada hari kedua sudah ada sedikit endapan pada dasar tabung tempat air kaldu, tanpa perubahan warna, bau dan buih, ini terjadi sampai hari keempat. Pada hari kelima baru ada perubahan warna, terdapat buih dan juga endapan bertambah.
Kesimpulannya, bahwa tabung yang tertutup belum pasti akan terhindar dari mikroorganisme, terlebih lagi air kaldu pada tabung ini tidak melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Sehingga perubahan yang terjadi pada air kaldu tak lepas dari peran mikroorganisme.
b.      Tabung II
Tabung ini telah melalui proses pemanasan tanpa tabung ditutup. Pada hari pertama belum ada perubahan yang signifikan terhadap air kaldu. Pada hari kedua dan ketiga air kaldu mulai mengeluarkan bau dan terdapat endapan. Pada hari ke empat dan kelima sudah ada perubahan warna, dan masih ada endapan. Tetapi bau dari air kaldu sudah tidak seperti pada heri kedua dan ketiga.
Kesimpulannya, bahwa tabung yang berisi air kaldu yang sudah melalui proses pemanasan tidak luput dari mikroorganisme yang mengubah bau dari air kaldu tersebut. Terlebih lagi tabung tidak tertutup. Sehingga mikroorganisme dengan bebas masuk kedalam tabung dan membuat perubahan pada air kaldu tersebut.
c.       Tabung III
Tabung ini telah melalui proses pemanasan dan tertutup rapat. Pada hari pertama hingga hari kelima tidak ada perubahan yang terjadi pada air kaldu seperti warna, bau, buih maupun endapan.
Kesimpulannya, bahwa tabung ketiga bebas dri mikoorganisme, walaupun ada kemungkinan kecil dapat menrubah air kaldu secara besar. Sehingga air kaldu tetap seperti awalnya.















BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan, bahwa pendapat yang mengatakaan “Mahluk hidup berasal dari mahkluk hidup yang sudah ada” terbukti benar, karena dari perubahan-perubahan yang terjadi pada percobaan air kaldu itu semua disebabkan oleh organisme-organisme yang dibawah oleh udara saat tabung di isi dengan air kaldu.
B.     Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah:
1.      Untuk praktikan, berhati-hati dalam menggunakan alat yang mudah pecah atau mudah terbakar agar kecelakaan dapat dihindari.
2.      Untuk asisten, tetap fokus pada praktikan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan praktikum.















DAFTAR PUSTAKA
Ari       Iswandi, http://iswandiari.blogspot.com/2013/05/kehidupan-di-dunia-asal-mula-kehidupan.html (diakses pada hari Minggu tanggal 24 November 2013)
Jamila. 2005. Biologi Umum. Bandung: Ganesha.
Kimbal, W John. 1993. Sains Biologi. Jakarta: Erlangga.
Pratiwi, D.A. 2007. Buku Penuntun Biologi. Jakarta: Bima Aksara.
Pratiwi. 1999. Sains Biologi. Bandung: Ganesha.
Putri    Audi Rayati, http://audirayatiputri.wordpress.com/2013/04/17/teori-awal-dan-asal-mula-kehidupan-di-bumi/ (diakses pada hari Rabu tanggal 27 November 2013)
Nurlita,http://filzahazny.wordpress.com/2008/02/23/teori-abiogenesis-dan biogenesis/ (diakses pada hari Jumat tanggal 29 November 2013)


















LAMPIRAN
1.       Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas ?
Jawab :
Yang menyebabkan perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah Mikroorganisme yang hidup di dalam kaldu yang sempat ikut masuk kedalam tabung yang di bawa oleh udara.

2.       Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut ?
Jawab :
Makhluk hidup yang menyebabkan perubahan pada kaldu tersebut berasal dari spora mahkluk hidup yang mungkin ikut terbawa bersama kaldu atau mungkin berasal dari udara bebas.

3.       Perubahan pada kaldu tersebut terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana ? Mengapa bisa demikian ?
Jawab :
Air kaldu yang mengalami perubahan adalah air kaldu yang berada pada tabung yang kaldunya tidak disterilkan atau tidak diisolasi tabungnya dari udara bebas atau air kaldu yang disterilkan tapi tabungnya tidak ditutup, atau tabungnya ditutup tapi tidak disterilkan kaldunya. Sehingga mikroorganisme yang sempat ikut ke dalam tabung dapat melakukan aktivitas.

4.       Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan ? Mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau ?
Jawab :
Kaldu yang tidak mengalami perubahan warna dan bau adalah tabung yang disterilkan dengan cara dipanasi dan diisolasi dari udara luar dengan sumbat gabus. Hal ini terjadi karena mikroorganisme yang sempat ikut kedalam tabung mati pada saat tabung dipanaskan, dan mikroorganisme baru tidak mungkin bisa berkembang biak.


5.       Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba muncul mikroorganisme baru ?
Jawab :
Kemungkinan bisa terjadi, karena masih adanya kebebasan mikroorganisme masuk kedalam tabung seperti pada tabung II, yang tanpa tutup. Masih terkontaminasi dengan udara.

6.       Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat menyangkal teori Generatio Spontanea ?
Jawab :
Iya, karena perubahan-perubahan yang terjadi pada tabung berisi kaldu dapat menunjukkan bahwa perubahan tersebut diakibatkan oleh organisme yang ikut masuk pada tabung saat air kaldu dimasukkan. Seperti pada Tabung II yang mengalami banyak perubahan seperti warna, buih, dan terdpatnya endapan.