Wednesday, November 27, 2013

Biologi - Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop



HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Biologi Umum dengan Judul “Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop” disusun oleh:
Nama               : ANDI TENRI RAWE
NIM                : 131 5141 009
Kelas               : GEOGRAFI / SAINS
Kelompok       : LIMA (V)
Telah diperiksakan dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator asisten maka dinyatakan diterima


Makassar,     November 2013

        Koordinator Asisten                                                         Asisten
                                                                                                       



         Rachmayani Ardiasyah,S.Pd                                      Wahyu Hasanuddin
                                                                                                NIM : 1114040018
                                    
 Mengetahui,
     Dosen Penanggung Jawab Praktikum                             


Andi Rahmat Saleh,M.Pd
                                              NIP: 19851010 200812 1 004


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Perkembangan instrument yang melebihi indra manusia berjalan seiring kemajuan sains. Penemuan dan penelitian awal tentang seel menjadi maju berkat penciptaan mikroskop pada tahun 1590 dan peningkatan mutu alat tersebut selama tahun 1600-an, mikroskop masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penelitian materi mikroskopik.
Dalam penelitian untuk mengetahui suatu sel atau jaringan maka mikroskop alat yang tepat dalam melakukan pengamatan. Benda yang berukuran 0,1 mm dapat terlihat dengan mikroskop, sehingga alat ini sangat dibutuhkan dalam penelitian benda-benda kecil.
Sebelum penggunaan mikroskop, kita harus tahu terlebih dahulu komponen-komponen serta fungsi komponen-komponennya itu sendiri, agar dalam penggunaannya tidak membingungkan kita dan tidak menyebabkan kesalahan atau kerusakan pada mokroskop itu sendiri. Selain itu, kita juga harus mampu menguasai cara penggunaan mikroskop. Seperti, saat kita ingin mengamati suatu sel atau jaringan suatu tumbuhan, kita harus tahu bagaimana agar kita bisa melihat objeknya tanpa merusak komponen-komponen mikroskop dan perbesaran-perbesaran berapa objek tersebut bisa telihat.
Jadi sebelum melakukan suatu penelitian dengan menggunakan mikroskop praktikan harus mampu terlebih dahulu mengetahui keseluruhan komponen-komponen yang ada pada mikroskop tersebut. Agar kemungkinan kerusakan pada mikroskop saat digunakan bisa dikurangi. Dan juga mengurangi terjadinya kecelakaan paada praktikan. Itulah yang melatar belakangi praktikum ini sehingga terlaksana.

B.       Tujuan Praktikum
Mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana.

1.        Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dalam percobaan ini yaitu:
1.      Dapat mengetahui cara penggunaan mikroskop biologi.
2.      Dapat mengenal sel dan jaringan-jaringan pada tumbuhan yang menjadi pengamatan.


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
 Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.
Dua parameter penting dalam mikroskopi (teknik-teknik dalam penggunaan mikroskop) adalah perbesaran dan daya resolusi (atau resolusi saja) atau daya urai. Perbesaran (magnification) adalah perbandingan ukuran citra objek dengan ukuran sebenarnya. Resolusi adalah ukuran kejelasan citra; jarak minimum yang dapat memisahkan dua titik sehingga masih bias dibedakan sebagai dua titik. Misalnya, benda yang tampak oleh mata telanjang sebagai satu bintang di langit mungkin bias diresolusi sebagai bintang kembar oleh teleskop.
Seperti daya resolusi mata manusia yang terbatas, mikroskop cahaya tidak dapat meresolusi detail yang lebih kecil dari 0,2 mikrometer (µm), atau 200 nanometer (nm), seukuran dengan bakteri kecil, berapapun factor perbesarannnya. Resolusi ini dibatasi oleh panjang gelombang cahaya terpendek yang digunakan untuk menyinari specimen. Mikroskop cahaya dapat memperbesar secara efektif sekitar 1000 kali dari ukuran asli specimen. Pada perbesaran yang lebih tingg, detail tambahan tidak dapat lagi dilihat dengan jelas. Parameter terpenting ketiga dalam mikroskopi adalah kontras, yang mempertajam perbedaan-perbedaan dalam bagian-bagian sampel. Faktanya, sebagian besar peningkatan mutu mikroskopi cahaya dalam seratus tahun terakhir adalah melibatkan metode-metode terbaru dalam meningkatkan kontras, misalnya pewarnaan atau pelabelan komponen-komponen sel agar terlihat lebih menonjol. (Iffati Aulia Rachma, 2012)
            Menurut Tim penyusun Biologi umum, Loboratorium biologi FMIPA UNM. 2013. Mikroskop optic terdiri atas 2 yaitu, mikroskop biologi dan mikroskop stereo. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan transparan. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sina alam atau lampu. Mikroskop biologi ini umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif dengan kekuatan pembesaran sebagai berikut:
-          Objektif 4 x dan okuler 10 x,pembesaran total 40 x
-          Objektif 10 x dan okuler 10 x,pembesaran total 100 x
-          Objektif 40 x dan okuler 10 x,pembesaran total 400 x
-          Objektif 100 x dan okuler 10 x,pembesaran total 1000 x
Objektif yang paling kuat pada mikroskop optik 100 x disebut objektif emersi, karena penggunaannya harus dengan minyak emersi,dan cara memakainya dengan khusus pula.
            Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu basar,transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Memiliki dua buah objektif dan dua buah okuler,sehingga diperoleh bayangan tiga dimensi dengan pengamatan dua buah mata. Kekuatan pembesaran tidak terlalu kuat umumnya sebaagai berikut :
            Objektif 1x atau 2x dengan okuler 10x atau 15
            Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak, berupa lensa-lensa dan cermin. Hindarkan perlakuan yang dapat benturan dengan komponen tersebut. Jangan menurunkan dengan makrometer pada saat Anda meneropong, untuk mencegah kemungkinan benturan lensa objektif dengan kaca benda.
Mikroskop cahaya yang kesemuanya menggunakan sistem lensa objektif mencakup mikroskop medan terang,medan gelap,fluoresensi dan fase kontras. Mikroskop elektron memggunakan berkas electron sebagai pengganti gelombang cahaya untuk memperoleh bayangan yang diperbesar. Mikroskop medan terang digunakan untuk mempebesar gambaran objek yang di uji,untuk menentukan ukuran,susunan karakteristik  dan motilitas bakteri dan mikroba lain. Dalam mikroskop medan terang,medan mikroskop atau daerah yang diamati diterangi dengan benderang sehingga objek yang sedang diamati tampak lebih gelap daripada latar belakangnya. Mikroskop medan gelap digunakan untuk melihat spirochaeta seperti Treponema (penyebab sifilis), Leptospira (leptospirosis). Objek yang diamati pada mikroskop terang benderang dan sangat nyata terhadap medan gelap (latar belakang yang gelap.
Mikroskop fluoresensi digunakan untuk mengamati keberadaan mikroba dalam kultur campuran atau jaringan tumbuhan dan hewan yang dengan pewarnaan khusus dapat menghasilkan bayangan yang bependar sehingga dapat mudah diamati. Mikroskop fluoresensi menggunakan sinar ultra violet yang tidak terlihat. Mikroskop fase kontras digunakan untuk menambah kontras antara sel dengan latar belakangnya antara struktur dalam sel dengan sitoplasma.mikroskop fase kontras digunakan untuk melihat objek dengan indeks refraksi sinar yang berbeda (Ristiati, 2000).     
Mikroskop terdiri atas bagian-bagian optik dan non-optik. Bagian optik meliputi:lensa-lensa. Lensa-lensa mikroskop merupakan lensa gabungan(compound lenses) yang di satukan menjadi suatu unit kesatuan. Dan Bagian non-optik meliputi: kaki mikroskop, pemutar/pengatur, dan meja sediaan (Wirjosoemarto, dkk, 2004).
Mikroskop elektron merupakan mikroskop yang digunakan untuk mengamati bagian-bagian sel yang sangat halus. Mikroskop elektron terdiri atas dua jenis yaitu: mikroskop elektron transmisi (TEM = Transmission Electron Microscope) dan mikroskop elektron skening( SEM = Scannimg Electron Microscope). Pada mikroskop elektron transmisi,elektron menembus spesimen akan dibiaskan oleh medan magnet sehingga pembesarannya dapat sampai 1 juta kali ukuran objeknya. Untuk mendapatkan gambaran tiga dimensi yang halus dari permukaan suatu benda biasanya digunakan Skenning Elektron Mikroskop. Spesimen yang diperiksa denganl logam tipis sehingga elektron yang menghujani permukaan spesimen dapat di belokkan,dan akan diperoleh gambaran yang sangat rinci dari permukaan spesimen   (Nasir, dkk, 1993)
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.    Waktu dan Tempat
1.      Waktu Praktikum
Hari/Tanggal               : Selasa, 12 November 2013
Waktu                          : Pukul 13.00-15.50 WITA
2.      Tempat Praktikum       : Green House Biologi

B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
a.         Mikroskop Biologi
b.         Kotak Alat yang berisi:
1)        Lap katun
2)        Kain planel
3)        Cawan petri
4)        Pinset
5)        Pipet tetes
c.         Pensil dan kertas A4
d.        Silet
2.      Bahan
a.         Air
b.         Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
c.         Daun waru (Hibiscus tiliaceus)
d.         Daun labu (Cucurbita moschata)
e.         Bawang merah (Allium cepa)


C.    Cara kerja
1. Menyiapkan Mikroskop
1.1    Letakkan mikroskop di atas meja kerja tepat di hadapan Anda.
1.2    Bersihkan badan mikroskop dengan kain plenel. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain selain kain plenel.
1.3    Bersihkan kaca benda dengan kain katun atau kertas saring.
1.4    Di atas meja kerja Anda hanya ada mikoskop, kotak peralatan dengan isinya, buku penuntun dan catatan, bahan-bahan untuk praktikum. Selain itu singkirkan pada tempat yang lain yang sudah di sediakan.
2. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus
2.1    Perhatikan ruang praktikum Anda, darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan, kiri, atau kanan). Arahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut. Buka diafragma atau putar lempeng pada posisi lubang sedang. Mikroskop yang memiliki kondensor diatur posisinya mendekati meja sediaan dan gunakan cemin datar. Untuk mikroskop tanpa kondnsor gunakan cermin cekung.
2.2    Atur posisi revolver sehingga lensa objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik.
2.3    Turunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal.
2.4    Meneroponglah lewat okuler dengan maata kiri tanpa memicingkan (perlu latihan) akan nampak medan bundar. Jika terangnya tidak merata, gerakkan cerminnya sedikit hingga terangnya rata. Kalau silau persempit diafragma atau lubang pada lempeng. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk, bukalah diafragma dan gunakan lubang lebih besar pada lempeng.
2.5    Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan.

3. Cara Mengatur Jaraj Lensa Sediaan
3.1    Dengan tangan putarlah pengatur kasar atau makrometer ke arah empu jari, tubus turun, jara objektif denan meja sediaan mengecil, lakukan sebaliknya. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miringg atau tidak bisa naik turun, maka meja sediaan yang bergerak naik turun apabila makrometer dan mikrometer diputar.
3.2    Pasang kaca benda yang berisi sediaan awetan diatas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada ditengah lebang meja, jepit kaca benda dengan sengkling sehingga tidak goyang.
3.3    Perhatikan jarak objek dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. Jika jarak itu besar, putar makrometer untuk menurunkan tubus sambil dilihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai 5-10 mm.
3.4    Meneroponglah lewat okuler sambil tangan memutar makrometer dengan menaikkan tubus perlahan-lahan. Amati medan pandng sampai muncul bayangan. Kalau tubus telah diangkat, setengah putarn makrometer belum juga muncul bayangan, berarti terlewatkan. Ulangi kembali mulai pada 3.3; kalu sudah ada bayangan tapi masih kabur, maka teropong terus sambil memutarmikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya.
3.5    Periksa okuler (pembesaran berapa?) dan objektif (pembesaran berapa?), hitunglah pembesaran bayangan yang Anda lihat.
3.6    Kalau sudah diamati, preparat dikeluarkan.
4. Membuat Preparat Sederhana.
Mengamati Sel Bwang Merah ( Allium Cepa)
4.1    ambil kaca benda yang sudah di bersihkan pegang serata mungkin.
4.2    Tetesi air jernih satu tetes ditengah-tengah.
4.3    Dengan silet, sayat setipis mungkin bagian bawang merah dan letakkan di tengah tetesan air.
4.4    Tangan Anda yang sebelah memegang kaca penutup antara empu jari dengan telunjuk pada sisi atau pinggir yang berlawanan.
4.5    Sisi dengan kaca penutup disentuhkan pada kac benda tetesan air dengan kemiringan  kemudian lepaskan sehinnga tepat menutupi tetesan air. Kelebihan air yang merembes di tepi kaca di serap dengan kertas saring.
4.6    Pasang preparat buatan Anda pada meja sediaan dan amati seperti langkah 3.2, 3.3, 3.4, dan 3.5
5. Mengamati Perbesaran
5.1    Apabila pengamatan 4.6. sudah behasil, bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi. Posisi preparat atau tubus jagan disentuh.
5.2    Putar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan sampai terdengar bunyi klik.
5.3    Teroponglah sambil memutar mikrometer sampai mincul bayangan yang lebih besar. Aamaati bayangan yang ada.
5.4    Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Naikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. Putar kembali revolver untuk mendapatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula. Tanpa mengubah 3.3., 3.4., 3.5., lanjit ke 5.1., 5.2., 5.3., sampai berhasil.
5.5    Apabila Anda akan mengamati bahan yng lain maka naikkan tubus. Keluarkan preparaat yang sudah diamati dan bersihkan kaca benda dengan kaca pentup.
5.6    Buat sediaan baru selesai langkah baru 4.1., sampai 4.6.
5.7    Pada akhir kegiataan yang menggunakan mikroskop, perhatikan hal-hal berikut :
a.       Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan, harus dikeluarkan.
b.      Preparat basah harus dibersihkan dengan kertas saring atau laap katun ( kaca benda + kaca penutup ). Simpan dalam cawan petri dan masukkan kedalam kotak perlengkapan.
c.       Bersihkan badan mikroskop dengan kain plenel. Tubus diturunkan serendah mungkin.
d.      Simpan mikroskop pada kotak mikroskop.
e.       Semua peralatan yang telah dipakai dibersihkan dengan lap katun dan simpan dalam kotaknya.
f.       Peralatan Anda sendiri, disimpan sendiri untuk dipakai kegiatan berikutnya.
g.      Sisa bahan yang tidak digunakan lagi dibuang ditempat sampah yang tersedia.










BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
                                                                                                    
Keterangan:
1.      Lensa okuler
2.      Makrometer
3.      Mikrometer
4.      Lengan
5.      Penggerak mekanik
6.      Sumbu inklinasi
7.      Kaki mikroskop
8.      Cermin
9.      Pengatur kondensor
10.  Diafragma
11.  Kondensor
12.  Meja sediaan
13.  Sengkeling
14.  Lensa objektif
15.  Revolver
16.   Tubus





















Lembar Pengamatan
Bawang merah (Allium cepa)
Pembesaran 10 x 10
 Hasil Pengamatan                 Keterangan                     Gambar Pembanding
1.      dinding sel
2.      sitoplasma                                                                                      


                                                                                                                                 
                                                                                                                            
                                                                                                               
                                                                                                                        
                                                                                                                                   





Lembar Pengamatan
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Pembesaran 10 x 10
        Hasil Pengamatan                Keterangan                  Gambar Pembanding
1.      stomata
2.      sitoplasma









Lembar Pengamatan
Daun labu (Cucurbita moschata)
Pembesaran 10 x 10
                Hasil Pengamatan          Keterangan                   Gambar Pembanding
1.      trikoma
jarum
2.      sitoplasma










Lembar Pengamatan
Daun waru (Hibiscus tiliaceus)
Pembesaran 10 x 10
        Hasil Pengamatan                Keterangan                    Gambar Pembanding
1.      trikoma
bintang
2.      sitoplasma         







B.     Pembahasan
Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya:
1.      Lensa okuler, yang diintip oleh mata pengamat, menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya.
2.      Lensa objektif, yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan, menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya.
3.      Tubus atau tabung okuler, pada ujung atasnya terdapat lensaa okuler.
4.      Makrometer, pengatur kasar, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar.
5.      Mikrometer, pengatur kasar, alat penggerak tubus ka atas atau ke bawah secara halus.
6.      Lengan atau pegangan mikroskop, yang dipegan bilamana diangkat.
7.      Pegangan Sediaan (penjepit) atau pengatur letak sediaan (objek glass).
8.      Meja sediaan, tenpat meletakkan kaca benda (objek glass).
9.      Kondensor, lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan.
10.  Diafragma, alat yang ditutup dan dibuka, pengatur banyaknya cahaya yang masuk ke kondensor.
11.  Cermin, alat penangkap dan pemantul cahaya.
12.  Tiang, tempat bersendi lengan mikroskop, atau pegangan dengan sumbu inklinasi.
13.  Kaki Mikroskop, sebagai alat tempat tumpuan berdiri.
14.  Pengatur kondensor, bila diputar akan menikkan atau menurunkan kondensor.
15.  Penggerak mekanis, alat pengatur letak kaca benda pada meja
16.  Lubang meja sediaan, lubang ditengah-tengah meja sediaan tempat lwatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objetif.
17.  Revolver, atau pemutar objektif, cakram tempat, meletaknya lensa objektif berbagai ukuran.
            Selain mengetahui bagian-bagian dari mikroskop, kita juga harus mengetahui bagaimana cara menggunakannya dengan cepat dan aman. Pertama dari pengambilan mikroskop, saat diangkat harus menggunakan dua tangan dan tidak dibolehkan menggunakan satu tangan. Cara memegangnya yaitu, tangan paling kuat memegan lengan mikroskop, tangan yang satunya sebagai penopang pada kaki mikroskop.
Sebelum menggunakan mikroskop, ada baiknya semua bagian-bagiannya dibersihkan.
Setelah selesai dengan tahap-tahap tersebut, selanjutnya membuat preparat untuk pengamatan. Sayat bahan-bahaan tersebut setipis mungkin agar dapat terlihat sel dan jaringan-jaaringannya saat diaamati pada mikroskop.
Pada Bawang Merah (Allium cepa), terlihat sel nya yang tersusun rapi berbentuk seperti susunan batu bata. Pengamatan ini dilkukan dengan menggunakan mikroskop biologi dengan perbesaran 40x.
Pada Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), terlihat stomata berbentuk bulat. Ini dapat di amati pada perbesaran 40x menggunakan lensa biologi. Fungsi dari stomata tersebut jalan masuknya CO2 dari udara pada proses fotosintesis, jalan penguapan (transpirasi), dan sebagai jalan pernapasan (respirasi).
            Pada Daun Labu (Cucurbita muschata), terlihat trikoma jarum yang berbentuk seperti jarum memanjang dan runcing. Jaringan ini didapaat pada perbesaran lensa 40x dengan menggunakan lensa biologi.
            Pada Daun Waru ( Hibiscus tiliaceus), terlihat trikoma bintang, yang mirip bintang. Jaringan ini terlihat pada pembesaran lensa 40x dengan menggunakan mikroskop biologi. Fungsi dari trikoma itu sendiri sebagai



                                                                         BAB V
PENUTUP
A.      Kesimpulan
       Dari uraian di atas dapat disimpulkan dari hasil percobaan ini antara lain:
Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk melihat benda yang sangat kecil ( sel ). Pada mikroskop terdapat 2 komponen, yaitu mekaanik dan optik. Saat pengamatan, mikroskop mempunyai kemampuan untuk memperbesar gambar pada sel. Bahwa setiap tumbuhan memiliki sel dan jaringan-jaringan yang bebeda-beda dengan bentuk yang beragam pula.
B.       Saran
     Adapun saran-saran dalam percobaan ini adalah:
1.         Untuk praktikan, dalam melakukan kegiatan praktikum sebaiknya harus lebih fokus dengan apa yang dilakukan dan tetap pada kelompok masing-masing. Tidak menggaggu konsentrasi praktikan lainnya.
2.         Untuk asisten, seharusnya juga lebih fokus pada kelompok yang menjadi tanggung jawabnya. Tidak keluyuran dengan asisten kelompok lain, agar kelompok tanggungannya tidak kebingungan saat melakukan praktikum.





DAFTAR PUSTAKA
Nasir Mochamad, dkk. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat  Jenderal Pendidikan Tinggi.
Rachma Iffati Aulia. 2012. Mikroskop. http://morfobiru.wordpress.com (diakses                  pada hari Sabtu tanggal 16 November 2013)
Ristiati Ni Putu. 2000. Pengantar Mikrobiologi Umum, Jakarta: Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah IBRD Loan No. 3979. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Tim penyusun. 2013. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar: Jurusan Biologi            FMIPA UNM.
Wirjosoemarto Koesmadji, dkk. 2004. Tekhnik Laboratorium. Jakarta: Jurusan    Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.




                                               


                                               


Lampiran
1.      Tulis nama bagian optik dari mikroskop!
Jawab: Lensa Okuler, Lensa Objektif, Diafrgma, Kondensor, Cermin.









2.      Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop!
Jawab:kaki mikroskop, bagian tabung, penjepit objek, meja benda, pengatur kasar, pengatur halus.
3.      Kaca benda harus di geser ke arah kanan-belakang karena bayangan yang di terima oleh lensa sifatnya terbalik,diperbersar,dan nyata.


4.      Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa di gosok dengan kain atau kertas biasa/kasar!
Jawab:
Dapat menyebabkan lensa menjadi rusak atau tergores dan gambar yang akan di amati menjadi tidak jelas.

No comments:

Post a Comment