HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan Lengkap
Praktikum Biologi Umum dengan Judul “Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop” disusun oleh:
Nama : ANDI TENRI RAWE
NIM : 131 5141 009
Kelas : GEOGRAFI / SAINS
Kelompok : LIMA
(V)
Telah
diperiksakan dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator asisten maka
dinyatakan diterima
Makassar, November 2013
Koordinator
Asisten Asisten
Rachmayani Ardiasyah,S.Pd Wahyu Hasanuddin
NIM : 1114040018
Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab Praktikum
Andi Rahmat
Saleh,M.Pd
NIP: 19851010
200812 1 004
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan
instrument yang melebihi indra manusia berjalan seiring kemajuan sains.
Penemuan dan penelitian awal tentang seel menjadi maju berkat penciptaan
mikroskop pada tahun 1590 dan peningkatan mutu alat tersebut selama tahun
1600-an, mikroskop masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penelitian
materi mikroskopik.
Dalam
penelitian untuk mengetahui suatu sel atau jaringan maka mikroskop alat yang
tepat dalam melakukan pengamatan. Benda yang berukuran 0,1 mm dapat terlihat
dengan mikroskop, sehingga alat ini sangat dibutuhkan dalam penelitian
benda-benda kecil.
Sebelum
penggunaan mikroskop, kita harus tahu terlebih dahulu komponen-komponen serta
fungsi komponen-komponennya itu sendiri, agar dalam penggunaannya tidak membingungkan
kita dan tidak menyebabkan kesalahan atau kerusakan pada mokroskop itu sendiri.
Selain itu, kita juga harus mampu menguasai cara penggunaan mikroskop. Seperti,
saat kita ingin mengamati suatu sel atau jaringan suatu tumbuhan, kita harus
tahu bagaimana agar kita bisa melihat objeknya tanpa merusak komponen-komponen
mikroskop dan perbesaran-perbesaran berapa objek tersebut bisa telihat.
Jadi sebelum
melakukan suatu penelitian dengan menggunakan mikroskop praktikan harus mampu
terlebih dahulu mengetahui keseluruhan komponen-komponen yang ada pada
mikroskop tersebut. Agar kemungkinan kerusakan pada mikroskop saat digunakan
bisa dikurangi. Dan juga mengurangi terjadinya kecelakaan paada praktikan. Itulah
yang melatar belakangi praktikum ini sehingga terlaksana.
B.
Tujuan
Praktikum
Mahasiswa
terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat
sediaan sederhana.
1.
Manfaat
Praktikum
Adapun
manfaat dalam percobaan ini yaitu:
1.
Dapat mengetahui cara
penggunaan mikroskop biologi.
2.
Dapat mengenal sel dan jaringan-jaringan pada tumbuhan yang menjadi
pengamatan.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Mikroskop
(bahasa Yunani:
micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat
untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda
kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi,
dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah
terlihat oleh mata. Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau
mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari
aslinya.
Dua parameter
penting dalam mikroskopi (teknik-teknik dalam penggunaan mikroskop) adalah perbesaran dan daya
resolusi (atau resolusi saja) atau daya urai. Perbesaran (magnification) adalah
perbandingan ukuran citra objek dengan ukuran sebenarnya. Resolusi adalah
ukuran kejelasan citra; jarak minimum yang dapat memisahkan dua titik sehingga
masih bias dibedakan sebagai dua titik. Misalnya, benda yang tampak oleh mata telanjang
sebagai satu bintang di langit mungkin bias diresolusi sebagai bintang kembar
oleh teleskop.
Seperti daya
resolusi mata manusia yang terbatas, mikroskop cahaya tidak dapat meresolusi
detail yang lebih kecil dari 0,2 mikrometer (µm), atau 200 nanometer (nm),
seukuran dengan bakteri kecil, berapapun factor perbesarannnya. Resolusi ini
dibatasi oleh panjang gelombang cahaya terpendek yang digunakan untuk menyinari
specimen. Mikroskop cahaya dapat memperbesar secara efektif sekitar 1000 kali
dari ukuran asli specimen. Pada perbesaran yang lebih tingg, detail tambahan
tidak dapat lagi dilihat dengan jelas. Parameter terpenting ketiga dalam
mikroskopi adalah kontras, yang mempertajam perbedaan-perbedaan dalam
bagian-bagian sampel. Faktanya, sebagian besar peningkatan mutu mikroskopi
cahaya dalam seratus tahun terakhir adalah melibatkan metode-metode terbaru
dalam meningkatkan kontras, misalnya pewarnaan atau pelabelan komponen-komponen
sel agar terlihat lebih menonjol. (Iffati
Aulia Rachma, 2012)
Menurut Tim
penyusun Biologi umum, Loboratorium biologi FMIPA UNM. 2013. Mikroskop optic terdiri
atas 2 yaitu, mikroskop biologi dan mikroskop stereo. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis
dan transparan. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sina alam atau lampu.
Mikroskop biologi ini umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif dengan
kekuatan pembesaran sebagai berikut:
-
Objektif 4 x dan okuler 10
x,pembesaran total 40 x
-
Objektif 10 x dan okuler 10
x,pembesaran total 100 x
-
Objektif 40 x dan okuler 10
x,pembesaran total 400 x
-
Objektif 100 x dan okuler 10
x,pembesaran total 1000 x
Objektif yang paling kuat pada mikroskop
optik 100 x disebut objektif emersi, karena penggunaannya harus dengan minyak
emersi,dan cara memakainya dengan khusus pula.
Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu
basar,transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari
bawah dengan sinar alam atau lampu. Memiliki dua buah objektif dan dua buah
okuler,sehingga diperoleh bayangan tiga dimensi dengan pengamatan dua buah mata. Kekuatan pembesaran tidak terlalu kuat umumnya sebaagai
berikut :
Objektif
1x atau 2x dengan okuler 10x atau 15
Mikroskop
memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak, berupa lensa-lensa dan
cermin. Hindarkan perlakuan yang dapat benturan dengan komponen tersebut.
Jangan menurunkan dengan makrometer pada saat Anda meneropong, untuk mencegah
kemungkinan benturan lensa objektif dengan kaca benda.
Mikroskop cahaya yang kesemuanya menggunakan
sistem lensa objektif mencakup mikroskop medan terang,medan gelap,fluoresensi
dan fase kontras. Mikroskop elektron memggunakan berkas electron sebagai
pengganti gelombang cahaya untuk memperoleh bayangan yang diperbesar. Mikroskop
medan terang digunakan untuk mempebesar gambaran objek yang di uji,untuk
menentukan ukuran,susunan karakteristik
dan motilitas bakteri dan mikroba lain. Dalam mikroskop medan
terang,medan mikroskop atau daerah yang diamati diterangi dengan benderang
sehingga objek yang sedang diamati tampak lebih gelap daripada latar
belakangnya. Mikroskop medan gelap digunakan untuk melihat spirochaeta seperti Treponema (penyebab sifilis), Leptospira (leptospirosis). Objek yang
diamati pada mikroskop terang benderang dan sangat nyata terhadap medan gelap
(latar belakang yang gelap.
Mikroskop fluoresensi digunakan untuk
mengamati keberadaan mikroba dalam kultur campuran atau jaringan tumbuhan dan
hewan yang dengan pewarnaan khusus dapat menghasilkan bayangan yang bependar
sehingga dapat mudah diamati. Mikroskop fluoresensi menggunakan sinar ultra
violet yang tidak terlihat. Mikroskop fase kontras digunakan untuk menambah
kontras antara sel dengan latar belakangnya antara struktur dalam sel dengan
sitoplasma.mikroskop fase kontras digunakan untuk melihat objek dengan indeks
refraksi sinar yang berbeda (Ristiati, 2000).
Mikroskop terdiri atas bagian-bagian optik
dan non-optik. Bagian optik meliputi:lensa-lensa. Lensa-lensa mikroskop
merupakan lensa gabungan(compound lenses) yang di satukan menjadi suatu unit
kesatuan. Dan Bagian non-optik meliputi: kaki mikroskop, pemutar/pengatur, dan
meja sediaan (Wirjosoemarto, dkk, 2004).
Mikroskop elektron merupakan mikroskop yang
digunakan untuk mengamati bagian-bagian sel yang sangat halus. Mikroskop
elektron terdiri atas dua jenis yaitu: mikroskop elektron transmisi (TEM =
Transmission Electron Microscope) dan mikroskop elektron skening( SEM =
Scannimg Electron Microscope). Pada mikroskop elektron transmisi,elektron
menembus spesimen akan dibiaskan oleh medan magnet sehingga pembesarannya dapat
sampai 1 juta kali ukuran objeknya. Untuk mendapatkan gambaran tiga dimensi
yang halus dari permukaan suatu benda biasanya digunakan Skenning Elektron
Mikroskop. Spesimen yang diperiksa denganl logam tipis sehingga elektron yang
menghujani permukaan spesimen dapat di belokkan,dan akan diperoleh gambaran
yang sangat rinci dari permukaan spesimen
(Nasir, dkk, 1993)
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
A.
Waktu
dan Tempat
1. Waktu
Praktikum
Hari/Tanggal : Selasa, 12 November 2013
Waktu :
Pukul 13.00-15.50
WITA
2. Tempat
Praktikum : Green House Biologi
B.
Alat
dan Bahan
1. Alat
a.
Mikroskop Biologi
b.
Kotak Alat yang berisi:
1)
Lap katun
2)
Kain planel
3)
Cawan petri
4)
Pinset
5)
Pipet tetes
c.
Pensil dan kertas A4
d.
Silet
2. Bahan
a.
Air
b.
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
c.
Daun waru (Hibiscus tiliaceus)
d.
Daun labu (Cucurbita moschata)
e.
Bawang merah (Allium
cepa)
C. Cara kerja
1. Menyiapkan
Mikroskop
1.1 Letakkan mikroskop di atas meja kerja tepat di hadapan
Anda.
1.2
Bersihkan badan
mikroskop dengan kain plenel. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain
selain kain plenel.
1.3
Bersihkan kaca
benda dengan kain katun atau kertas saring.
1.4
Di atas meja kerja
Anda hanya ada mikoskop, kotak peralatan dengan isinya, buku penuntun dan
catatan, bahan-bahan untuk praktikum. Selain itu singkirkan pada tempat yang
lain yang sudah di sediakan.
2. Mengatur
Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus
2.1 Perhatikan ruang praktikum Anda, darimana arah datangnya
cahaya yang lebih terang (dari depan, kiri, atau kanan). Arahkan cermin
mikroskop ke sumber cahaya tersebut. Buka diafragma atau putar lempeng pada
posisi lubang sedang. Mikroskop yang memiliki kondensor diatur posisinya
mendekati meja sediaan dan gunakan cemin datar. Untuk mikroskop tanpa kondnsor
gunakan cermin cekung.
2.2 Atur posisi revolver sehingga lensa objektif paling
pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik.
2.3 Turunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja
sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal.
2.4 Meneroponglah lewat okuler dengan maata kiri tanpa
memicingkan (perlu latihan) akan nampak medan bundar. Jika terangnya tidak
merata, gerakkan cerminnya sedikit hingga terangnya rata. Kalau silau persempit
diafragma atau lubang pada lempeng. Jika medan pandang masih kabur berarti
kurang cahaya yang masuk, bukalah diafragma dan gunakan lubang lebih besar pada
lempeng.
2.5 Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan.
3. Cara Mengatur
Jaraj Lensa Sediaan
3.1 Dengan tangan putarlah pengatur kasar atau makrometer ke
arah empu jari, tubus turun, jara objektif denan meja sediaan mengecil, lakukan
sebaliknya. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miringg atau
tidak bisa naik turun, maka meja sediaan yang bergerak naik turun apabila
makrometer dan mikrometer diputar.
3.2 Pasang kaca benda yang berisi sediaan awetan diatas meja
sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada ditengah lebang
meja, jepit kaca benda dengan sengkling sehingga tidak goyang.
3.3 Perhatikan jarak objek dengan kaca benda tidak lebih dari
10 mm. Jika jarak itu besar, putar makrometer untuk menurunkan tubus sambil
dilihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai 5-10 mm.
3.4 Meneroponglah lewat okuler sambil tangan memutar
makrometer dengan menaikkan tubus perlahan-lahan. Amati medan pandng sampai
muncul bayangan. Kalau tubus telah diangkat, setengah putarn makrometer belum
juga muncul bayangan, berarti terlewatkan. Ulangi kembali mulai pada 3.3; kalu
sudah ada bayangan tapi masih kabur, maka teropong terus sambil
memutarmikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau
batasan-batasannya.
3.5 Periksa okuler (pembesaran berapa?) dan objektif
(pembesaran berapa?), hitunglah pembesaran bayangan yang Anda lihat.
3.6 Kalau sudah diamati, preparat dikeluarkan.
4. Membuat
Preparat Sederhana.
Mengamati Sel
Bwang Merah ( Allium Cepa)
4.1 ambil kaca benda yang sudah di bersihkan pegang serata
mungkin.
4.2 Tetesi air jernih satu tetes ditengah-tengah.
4.3 Dengan silet, sayat setipis mungkin bagian bawang merah
dan letakkan di tengah tetesan air.
4.4 Tangan Anda yang sebelah memegang kaca penutup antara empu
jari dengan telunjuk pada sisi atau pinggir yang berlawanan.
4.5 Sisi dengan kaca penutup disentuhkan pada kac benda
tetesan air dengan kemiringan
kemudian lepaskan
sehinnga tepat menutupi tetesan air. Kelebihan air yang merembes di tepi kaca
di serap dengan kertas saring.
4.6 Pasang preparat
buatan Anda pada meja sediaan dan amati seperti langkah 3.2, 3.3, 3.4, dan 3.5
5. Mengamati
Perbesaran
5.1 Apabila pengamatan 4.6. sudah behasil, bayangan yang
nampak akan dibesarkan lagi. Posisi preparat atau tubus jagan disentuh.
5.2 Putar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih
panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan sampai terdengar bunyi klik.
5.3 Teroponglah sambil memutar mikrometer sampai mincul
bayangan yang lebih besar. Aamaati bayangan yang ada.
5.4 Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Naikkan
tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. Putar kembali
revolver untuk mendapatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi
semula. Tanpa mengubah 3.3., 3.4., 3.5., lanjit ke 5.1., 5.2., 5.3., sampai
berhasil.
5.5 Apabila Anda akan mengamati bahan yng lain maka naikkan
tubus. Keluarkan preparaat yang sudah diamati dan bersihkan kaca benda dengan
kaca pentup.
5.6 Buat sediaan baru selesai langkah baru 4.1., sampai 4.6.
5.7 Pada akhir kegiataan yang menggunakan mikroskop,
perhatikan hal-hal berikut :
a. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan,
harus dikeluarkan.
b. Preparat basah harus dibersihkan dengan kertas saring
atau laap katun ( kaca benda + kaca penutup ). Simpan dalam cawan petri dan
masukkan kedalam kotak perlengkapan.
c. Bersihkan badan mikroskop dengan kain plenel. Tubus
diturunkan serendah mungkin.
d. Simpan mikroskop pada kotak mikroskop.
e. Semua peralatan yang telah dipakai dibersihkan dengan lap
katun dan simpan dalam kotaknya.
f. Peralatan Anda sendiri, disimpan sendiri untuk dipakai
kegiatan berikutnya.
g. Sisa bahan yang tidak digunakan lagi dibuang ditempat
sampah yang tersedia.
BAB IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
Lembar Pengamatan
Bawang merah (Allium cepa)
Pembesaran 10 x 10
Hasil Pengamatan Keterangan Gambar Pembanding
1.
dinding sel
2.
sitoplasma
|
|
Lembar
Pengamatan
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Pembesaran 10 x 10
Hasil
Pengamatan Keterangan Gambar Pembanding
1.
stomata
2. sitoplasma
|
Lembar
Pengamatan
Daun labu (Cucurbita moschata)
Pembesaran
10 x 10
Hasil Pengamatan Keterangan Gambar Pembanding
1.
trikoma
jarum
2.
sitoplasma
|
Lembar
Pengamatan
Daun waru (Hibiscus tiliaceus)
Pembesaran
10 x 10
Hasil
Pengamatan Keterangan Gambar Pembanding
1.
trikoma
bintang
2.
sitoplasma
|
B.
Pembahasan
Bagian-bagian
mikroskop dan fungsinya:
1. Lensa
okuler, yang diintip oleh mata pengamat, menerima bayangan dari objektif dan
membesarkannya.
2. Lensa
objektif, yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan,
menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya.
3. Tubus
atau tabung okuler, pada ujung atasnya terdapat lensaa okuler.
4. Makrometer,
pengatur kasar, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar.
5. Mikrometer,
pengatur kasar, alat penggerak tubus ka atas atau ke bawah secara halus.
6. Lengan
atau pegangan mikroskop, yang dipegan bilamana diangkat.
7. Pegangan Sediaan (penjepit) atau pengatur letak
sediaan (objek glass).
8. Meja
sediaan, tenpat meletakkan kaca benda (objek glass).
9. Kondensor,
lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan.
10. Diafragma,
alat yang ditutup dan dibuka, pengatur banyaknya cahaya yang masuk ke
kondensor.
11. Cermin,
alat penangkap dan pemantul cahaya.
12. Tiang,
tempat bersendi lengan mikroskop, atau pegangan dengan sumbu inklinasi.
13. Kaki
Mikroskop, sebagai alat tempat tumpuan berdiri.
14. Pengatur
kondensor, bila diputar akan menikkan atau menurunkan kondensor.
15. Penggerak
mekanis, alat pengatur letak kaca benda pada meja
16. Lubang
meja sediaan, lubang ditengah-tengah meja sediaan tempat lwatnya cahaya dari
kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objetif.
17. Revolver,
atau pemutar objektif, cakram tempat, meletaknya lensa objektif berbagai ukuran.
Selain mengetahui bagian-bagian dari mikroskop, kita juga
harus mengetahui bagaimana cara menggunakannya dengan cepat dan aman. Pertama
dari pengambilan mikroskop, saat diangkat harus menggunakan dua tangan dan
tidak dibolehkan menggunakan satu tangan. Cara memegangnya yaitu, tangan paling
kuat memegan lengan mikroskop, tangan yang satunya sebagai penopang pada kaki
mikroskop.
Sebelum menggunakan
mikroskop, ada baiknya semua bagian-bagiannya dibersihkan.
Setelah
selesai dengan tahap-tahap tersebut, selanjutnya membuat preparat untuk
pengamatan. Sayat bahan-bahaan tersebut setipis mungkin agar dapat terlihat sel
dan jaringan-jaaringannya saat diaamati pada mikroskop.
Pada
Bawang Merah (Allium cepa), terlihat
sel nya yang tersusun rapi berbentuk seperti susunan batu bata. Pengamatan ini
dilkukan dengan menggunakan mikroskop biologi dengan perbesaran 40x.
Pada
Daun Kembang Sepatu (Hibiscus
rosa-sinensis), terlihat stomata berbentuk bulat. Ini dapat di amati pada
perbesaran 40x menggunakan lensa biologi. Fungsi dari stomata tersebut jalan
masuknya CO2 dari udara pada proses fotosintesis, jalan penguapan
(transpirasi), dan sebagai jalan pernapasan (respirasi).
Pada Daun Labu (Cucurbita muschata), terlihat trikoma jarum yang berbentuk seperti
jarum memanjang dan runcing. Jaringan ini didapaat pada perbesaran lensa 40x
dengan menggunakan lensa biologi.
Pada Daun Waru ( Hibiscus tiliaceus), terlihat trikoma
bintang, yang mirip bintang. Jaringan ini terlihat pada pembesaran lensa 40x
dengan menggunakan mikroskop biologi. Fungsi dari trikoma itu sendiri sebagai
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan dari hasil percobaan
ini antara lain:
Mikroskop
merupakan alat yang digunakan untuk melihat benda yang sangat kecil ( sel ). Pada mikroskop terdapat 2 komponen, yaitu mekaanik dan
optik. Saat pengamatan, mikroskop mempunyai kemampuan untuk memperbesar gambar
pada sel. Bahwa setiap tumbuhan memiliki sel dan jaringan-jaringan yang
bebeda-beda dengan bentuk yang beragam pula.
B.
Saran
Adapun saran-saran dalam percobaan ini
adalah:
1.
Untuk praktikan, dalam melakukan kegiatan praktikum sebaiknya
harus lebih fokus dengan apa yang dilakukan dan tetap pada kelompok
masing-masing. Tidak menggaggu konsentrasi praktikan lainnya.
2.
Untuk asisten, seharusnya juga lebih fokus pada kelompok yang menjadi
tanggung jawabnya. Tidak keluyuran dengan asisten kelompok lain, agar kelompok
tanggungannya tidak kebingungan saat melakukan praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Nasir Mochamad, dkk. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Rachma Iffati Aulia. 2012. Mikroskop.
http://morfobiru.wordpress.com (diakses pada hari Sabtu tanggal 16 November 2013)
Ristiati Ni Putu. 2000. Pengantar Mikrobiologi Umum, Jakarta:
Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah IBRD Loan No. 3979. Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Tim penyusun. 2013. Penuntun
Praktikum Biologi Umum. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM.
Wirjosoemarto Koesmadji, dkk. 2004.
Tekhnik Laboratorium. Jakarta: Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas
Pendidikan Indonesia.
Lampiran
1. Tulis
nama bagian optik dari mikroskop!
Jawab: Lensa Okuler, Lensa Objektif, Diafrgma, Kondensor, Cermin.
2. Tulis
nama bagian mekanik dari mikroskop!
Jawab:kaki
mikroskop, bagian tabung,
penjepit objek, meja benda, pengatur kasar, pengatur halus.
3.
Kaca benda harus di
geser ke arah kanan-belakang karena bayangan yang di terima oleh lensa sifatnya
terbalik,diperbersar,dan nyata.
4. Tulis
pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa di gosok dengan kain atau
kertas biasa/kasar!
Jawab:
Dapat menyebabkan lensa menjadi rusak
atau tergores dan gambar yang akan di amati menjadi tidak jelas.