Saturday, January 4, 2014

Biologi - Pengamatn Mikroskopis Tumbuhan

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Biologi Umum dengan Judul “Pengamatan  Mikroskopis” disusun oleh:
Nama               : Andi Teni Rawe
NIM                : 131 5141 009
Kelas               : Geografi / Sains
Kelompok       : Lima (5)
Telah diperiksakan dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator asisten maka dinyatakan diterima


Makassar,     Desember 2013

      Koordinator Asisten                                                                Asisten
                                                                                                       



Rachmayani Ardiasyah,S.Pd                                                Ekaramdahyani
                                                                                                NIM : 1114040030
                                    
Mengetahui,
     Dosen Penanggung Jawab Praktikum




              Alimuddin, S.Si, M.Si
        NIP: 1969 1231199 702 1001





BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kita ketahui bahwa didunia ini ada makhluk hidup dan tak hidup. Seperti yang diketahui, unit penyusun terkecil mahluk hidup yaitu sel. Tiap sel ini akan bergantung sesuai dengan struktur dan fungsinya yang sama dan membenuk jaringan. Jaringan merupakan tingkatan  kedua setelah sel sebagai penyusun tubuh mahluk hidup.
Organ pada makhluk hidup memiliki peranan yang sangat vital bagi makhluk hidup itu sendiri. Karena jika salah satu jaringan pada makhluk hidup tidak berjalan sesuai dengan fungsinya, maka akan sedikit menganggu organ tubuh penyusun makhluk hidup tersebut dan jika terjadi kerusakan yang sangat parah pada beberapa jaringan penyusunya maka bisa menyebabkan makhluk hidup itu mati.
Jaringan pada hewan tentunya berbeda dengan jaringan pada tumbuhan. Tiap-tiap jaringan tersebut memiliki struktur dan fungsinya masing-masing. Pada hewan dibedakan atas empat jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat jaringan otot dan jaringa saraf. Sedangkan pada tumbuhan dapat dibedakan atas jaringan muda (meristem), dan jaringan dewasa yang terdiri dari jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan pengangkut dan jaringan gabus.
Adapun untuk fungsinya, misalnya jaringan penyokong pada hewan, berfungsi menyokong tubuh, yaitu jaringan tulang. Adapun bagian-bagian dari jaringan tulang ini berbeda dari jaringan penyusun tubuh hewan yang lain. Pada tumbuhan juga demikian sebagai penyokong.
. Terdapat perbedaan-perbedaan antara jaringan hewan dan jaringan tumbuhan baik dari segi struktur maupun sel-sel penyusunnya. Berdasarkan hal tersebut, untuk dapat mengetahui perbedaan-perbedaan antara jaringan tumbuhan dari segi struktur maupun sel-sel penyusunya, maka dilakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan.
B.       Tujuan Praktikum
Adapun tujuan yang dari praktikum ini adalah:
1.      Setelah melakukan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan.
2.      Setelah melakukan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tersebut.
C.    Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari percobaan ini adalah :
1.      Kita bisa mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan.
2.      Kita bisa mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tersebut.

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan adalah sekumpulan sel yang berkaitan erat satu sama lain serta memiliki struktur dan fungsi yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. Untuk memebentuk suatu jaringan, sel-sel mengalami spesialisasi dan diferensiasi. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ (Tim pengajar, 2013).
Jaringan penyusun tubuh tumbuhan dibedakan atas dua bagian yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang masih muda dan selalu aktif membela atau bersifat embrional sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang tidak dapat lagi berdiferensiasi terdiri dari jaringan pengangkut, jaringan pelindung, jaringan parenkim dan jaringan gabus
(Hamka, 2006).
Jaringan penyusun tubuh tumbuhan tingkat tinggi, dapat  dibedakan atas dua bagian yaitu:
1.  Jaringan muda (meristem atau titik tumbuh)
Jaringan ini terdiri dari sel-sel yang embrional dindongnya tipis,kaya akan plasma vakuolanya kecil-kecil. Sel-sel jaringan ini bila dilihat dari segala arah kurang lebih sama besar. Jaringan meristem berfungsi untuk membelah dan berdiferensiasi menjadi sel –sel jaringan dewasa. Menurut letak dan asal pertumbuhan meristem, jaringan meristem ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
 a. Meristem primer (titik tumbuh primer)
Meristem primer terdapat pada titik tumbuh diujung batang dan akar sehingga    disebut juga titik tumbuh apikal(ujung).
 b. Meristem sekunder (kambium)
Titik tumbuh ini berasal dari sel-sel yang telah dewasa, kemudian mengalami   perubahan fungsi dan membelah untuk menghasilkan sel-sel yang bersifat embrional misalnya kambium dan kambium gabus, pertumbuhan jaringan meristematis cambium tersebut menyebabkan akar dan batang tumbuh membesar.
2. Jaringan dewasa (jaringan tubuh tua )
Sel-sel jaringan dewasa bentuknya lebih besar dari sel-sel meristem,plasmanya lebih sedikit,vakuolanya lebih besar, kadang-kadang sel jaringan dewasa telah mati dan terisi dengan udara atau air serta dinding selnya ,mempunyai pembelaan yang bermacam-macam. Berdasarkan struktur dan fungsi jaringan dewasa di bedakan atas empat yaitu jaringan dewasa (parenkim),jaringan penutup(jaringan pelindung), jaringan pengankut(mekanik), jaringan pengangkutan (Wildan, 1984).
Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi empat bagian, yaitu :
1.      Jaringan epidermis merupakan jaringan yang paling luar yang menutup permukaan tubuh tumbuhan, seperti permukaan akar, batang, daun, bunga, buah, maupun biji. Biasanya sel-sel epidermis ini terdiri atas satu sel saja yang tersusun rapat.
2.      Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar. Jaringan parenkim yang memiliki klorofil disebut klorenkim. Sesuai bentuknya parenkim dibedakan atas beberapa macam, yaitu parenkim palisade, parenkim bunga karang, parenkim bintang, dan parenkim lipatan
( Kimbal, 1993).
Susunan anatomi jaringan pada tumbuhan :
1.    Akar
Akar merupakan organ tumbuhan yang penting karena berperan sebagai alat pencengkeram pada tanah/penguat dan sebagai alat penyerap air. Akar memiliki bagian pelindung berupa tudung akar yang tidak dimiliki oleh organ lain. Berdasarkan asal terbentuknya, akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar adventitif. Akar primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel, sedangkan akar adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari perisikel atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang.
2.    Daun
Tidak hanya sebagai tempat fotosintesis, daun juga berfungsi untuk transpirasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan). Bila kita mengamati preparat irisan melintang daun, maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut. Daun tersusun atas jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut.
3.    Batang
Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder ( Sobarudin, 2013 )
Jenis jaringan yang dimiliki oleh hewan adalah jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf. Jaringan epitel tersusun atas beberapa sel yang bentuk dan ukurannya sama terletak dibagian luar dan berfungsi sebagai proteksi dan pembatas dengan jaringan lain. Jaringan epitel terdiri dari sel-sel mandate yang terikat erat jaringan ikat yang ada dibawah oleh lamina besalis atau membran dasar. Lamina besalis merupakan  jaringan ekstraseluler yang  dibagi atas tiga macam yaitu warnanya polos, inti terdapat ditengah merupakan otot tidak sadar, kerjanya teratur,tidak cepat lelah dan reaksi terhadap rangsangan lambat, bentuknya seperti gelondong dan terdapat pada alat pencernaaan (Pratiwi, 2000).
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi untuk menggerakkan berbagai bagian organ tubuh yang disebabkan kemampuan jaringan otot untuk berkontraksi. Hal ini terjadi karena sel-sel otot mengandung protein kontraksi yang memanjang dan mengandung miofibril atau serabut-serabut halus. Jaringan otot terbagi menjadi tiga yaitu :
1.      Otot polos, yang berbentuk gelondong dan bagian intinya hanya satu dibagian tengah.
2.      Otot lurik, yang memiliki inti lebih dari satu dibagian tepi dan memiliki pita terang dan pita gelap.
3.      Otot jantung, yang memiliki discus interkalalar dan intinya lebih dari satu yang terletak dibagian tengah ( Prawira, 1997 ).
Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpula-kumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh, termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan, 2004).
Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi, menganalisa, menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris, dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal, dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur, baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh, terutama kegiatan motoris, viseral, endokrin dan mental (Pagarra, 2004).
















BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
1.      Waktu praktikum
Hari/Tanggal                     : Selasa, 26 November 2013
Waktu                               : Pukul 13.00-15.50 WITA
2.      Tempat Praktikum             : Green House Biologi FMIPA UNM
B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Mikroskop
b.      Preparat dan deck glass
c.       Lap kasar dan Lap halus
d.      Preparat awetan akar Allium cepa
e.       Preparat awetan otot polos
f.       silet
2.      Bahan
a.       Air
b.      Tomat [daun, batang, dan akar] (Solanum lycopersicum)
c.       Jagung [daun, batang, dan akar] (Zea mays)
C.    Prosedur Kerja
1.      Jaringan tumbuhan
1.1.  Siapkan mikroskop berdasarkan aturan tata cara penggunaannya.
1.2.  Ambil preparat awetan akar, batang, dan daun yan mewakili golongan dikotil dan monokotil.
1.3.  Amati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar, batang, dan daun tersebut.
1.4.  Gunakan pembesaran obyektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan, kemudian ganti dengan pembesaran obyektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.
1.5.  Gambarlah jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan sebutkan bagian-bagiannya.
1.6.  Bandingkan hasil pengamatan Anda dengan gambar berikutnya.
1.7.  Pelajari fungsi masing-masing jaringan yang menyusun organ tumbuhan tersebut.
2.      Jaringan hewan
2.1. Jaringan epitel
2.1.1.      Amati preparat awetan epitel kubus selapis pada medula renalis.
2.1.2.      Gunakan pembesaran obyektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran obyektif 40x untuk mengamati jaringan yang lebih jelas.
2.1.3.      Perhatikan sel epitel berbentuk kubus dengan inti sel besr yang membulat dan terletak di tengah sel. Gambar dan beri keterangan.
2.1.4.      Bandingkan hasil pengamatan Anda dengan gambar yang ada.
2.2.Jaringan penyokong
2.2.1.      Amati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa.
2.2.2.      Gambar dan bei keterangan bagian-bagian yang terlihat.
2.2.3.      Perhatikan strukturnya dari arah luar/tepi adanya:
a.       Periosteum, berupa jaringan padat
b.      Sistem havers yang terdiri atas :
1)      Saluran havers
2)      Lamella havers yang tersusun konsentris mengelilingi saluran havers.
3)      Tiap lamella mengandung esteosit dalam lakuna yang mempunyai kanalakuli.
c.       Endosteum
2.2.4.      Bandingkan hasil pengamataan Anda dengan gambar yang ada.

2.3. Jaringan saraf
2.3.1.      Amati sel purkinje pada preparat awetan otak kecil.
2.3.2.      Gambar dan beri keterangan bagian-bagian yang terlihat.
2.3.3.      Mintalah petunjuk asisten untuk melihat sel-sel yang dimaksud. Pada lapisan ganglion yang terdiri atas selapis sel purkinje berbentuk botol, ini pucat dan besar, nukleolus kecil dan gelap.
2.3.4.      Bandingkan hasil pengamatan Anda dengan gambar yang ada.
2.4.Jaringan daraah
2.4.1.      Amati preparat awetan apusan darah dengan perbesaran kuat.
2.4.2.      Perhatikan dan gambarlah macam-macam sel darah (eritrosit, limfosit, monosit, leukosit neutrofil, dan basofil) yang terdapat dalam darah.
2.4.3.      Bandingkan gambar Anda dengan gambar yang ada.
2.5. Jaringan otot
2.5.1.      Amaati preparat awetan jaringan otot polos, otot lurik, dan otot jantung dengan perbesaran kuat.
2.5.2.      Perhatikan dan gambarlah macam-macam sel otot, bentuk, dan letaak intinya serta arah serabutnya.
2.5.3.      Bandingkan hasil pengamatan Anda dengan gambar yang ada.









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan
LEMBAR PENGAMATAN
Akar Jagung (Zea mays)
perbesaran 4x
      Keterangan                      Hasil Pengamatan                    Gambar Pembanding
                
1.      Epidermis
2.      Endodermis
3.      Korteks
4.      Floem
5.      Xylem





Batang Jagung
perbesaran4x
        Keterangan                   Hasil Pengamatan                   Gambar Pembanding
 

1.    Epidermis
2.    Korteks







Daun Jagung
Pembesaran 4x
       Keterangan                    Hasil Pengamatan                   Gambar Pembanding
 

1.    Xylem
2.    Floem
3.    Epidermis
4.    Spons
5.    Stomata
6.    Palisade

                  

LEMBAR PENGAMATAN
Akar Tomat (Solanum lycopersicum)
perbesaran 4x
        Keterangan                     Hasil Pengamatan                  Gambar Pembanding
                
1.    Epidermis
2.    Endodermis
3.    Korteks
4.    Parisikel





Batang Tomat
perbesaran4x
      Keterangan                     Hasil Pengamatan                   Gambar Pembanding
 

1.      Epidermis
2.      Endodermis
3.      korteks






Daun Tomat
Pembesaran 4x
     Keterangan                       Hasil Pengamatan                  Gambar Pembanding
 

1.    Xylem
2.    Floem
3.    Epidermis
4.    Spons
5.    Stomata
6.    palisade








B.     Pembahasan
1.      Jaringan Tumbuhan
      Pada jaringan tumbuhan kami mengamati jaringan akar, batang dan daun yang dimana,
a.       Akar monokotil (Zea mays)
Akar merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang berfungsi menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah. Pada beberapa tanaman akar berfungsi menyimpan cadangan makanan.
b.      Batang monokotil (Zea mays)
            Batang merupakan salah satu organ yang memiliki bagian-bagian pokok, yaitu :
1.      Epidermis, sel-selnya sama dengan penyusun epidermis akar yaitu tersusun rapat, tanpa ruang antar sel akan tetapi dinding sel epidermis batang pada umumnya mengalami penebalan dan dilapisi zat gabus yang disebut katikulus sehingga terhindar dari kekeringan.
2.      Korteks, sel-sel penyusunnya sama dengan sel penyusun korteks akar berdinding tipis, susunan selnya tidak beraturan dan terdapat ruang antar sel.
c.       Daun monokotil
Daun terletak di bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang. Daun merupakan modifikasi dari batang. Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yangpaling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyakberlangsung di daun.
1.      Xylem adalah Pembuluh itu meliputi Xylem atau pembuluh kayu berfungsi untuk membawa air.
2.      Epedermis adalah Jaringan yang letaknya paling luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet
3.      Palisade  (jaringan pagar) sel-sel pada jaringan ini terlihat rapat.
4.      Spons( jaringan bunga karang), jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel.
5.      Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
6.      Floem pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu membawa hasil fotosintesis berupa larutan organik.
          Pada praktikum yang kami lakukan, kami mendapat pengamatan untuk Akar tanaman monokotil (Zea may) dan dikotil (Solanum lycopersicum). Pada pengamatan Zea mays, yang kami dapatkan adalah jaringan penyusun organnya yaitu untuk pada daun ada palisade, floem, xylem, epidermis, spons dan stomata. Untuk pada batang ada epidermis dan korteks. Dan untuk pada akar ada Epidermis, Endodermis, Korteks, Floem, dan Xylem.
          Untuk pengamatan tanaman monokotil (Solanum lycopersicum) sama dengan dikotil yang kami dapatkan juga penyusun organnya. Untuk akar sendiri ada epidermis, endodermis, korteks, dan parisikel. Untuk daunnya sama dengan apa yang terdapat pada monokotil, jadi jika kita mengetahui fungsinya masing-masing maka kita mendapatkan penyusun organnya seperti yang tampak pada monokotil. Dan untuk batangnya ada korteks dan epidermis.








BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
    Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, jaringan-jaringan yang terdapat pada tanaman monokotil maupun dikotil sudah dapat di bedakan. Dari Jaringan yang menyusun tumbuhan monokotil dan dikotil mulai akar, batang hingga daun ada sedikit persamaan. Tetapi walau begitu tetap ada perbedaan didalamnya.
B.     Saran
    Dalam melaksanaakan praktikum, para praktikan harus tetap fokus dengan pengamatannya, agar hasilnya dapat maksimal nantinya, dan juga tetap berhati-hati dalam menggunakan alat-alat laboran.















DAFTAR PUSTAKA
Adnan.2004. Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Hamka,dkk. 2006. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar: FMIPA UNM.
Kimball, J.W. 1993. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Pagarra,Halifah. 2004. Struktur Hewan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Pratiwi,D. 2000. Jaringan Penyusun Tubuh Tumbuhan. Jakarta: Erlangga
Prawira, Bjoni. 1997. Fisiologi Adaptasi Hewan Tertial Terhadap lingkungan. Jakarta: Dirjen Depdikbud.
Sobarudin,       Arif  http://www.bisosial.com/2013/03/organ-pada-tumbuhan.html ( di akses pada hari Sabtu tanggal 30 Desember 2013 )
Tim pengajar. 2013. Penuntun Praktikum Biologi. Makassar: Penerbit FMIPA UNM.
Wildan, Yatin. 1984. Biologi. .Bandung: Tarsito.



















                                      LAMPIRAN
1.      Bagaimanakah bentuk sel otot polos, dimana letaknya, berapa benyak inti dalam setiap sel?
Jawab : Bentuk otot polos adalah berbentuk gelendong panjang dan lancip. Letaknya jaringan otot polos dalam tubuh vertebrata terdapat pada pembuluh darah, pembuluh limfa, saluran pernapasan., dinding saluran pencernaan, saluran kencing dan kelamin serta lapisan   dermis kulit untuk menghubunngkan epidermis kulit dan akar rambut yang brrfugsimenegakkan rambut. Masing-masing memiliki.suatu inti sel terletak di tengah.
2.      Kumpulan serabut sel otot lurik disebut apa, berapa banyak inti yang tedapat pada serabut tersebut?
Jawab :  kumpalan sel otot lurik disebut fibril, dan banyaknya inti pada setiap serabut banyak.
3.    Apa perbedaan mendasar antara sel otot polos, sel otot lurik, dan otot jantung yang ditemukan?
Jawab :
a.       Otot polos, berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing dan hanya memiliki satu inti sel yang terdapat di tengah.
b.        Otot lurik, bentuknya panjang dan memiliki banyak inti yang terletak di pinggir.
c.         Otot jantung, secara struktur mirip dengan otot lurik tetapi bercabang dan letaknya inti berada di tengah.
4.    Apa yang disebut lamella, lakuna, kanalikuli ?
Jawab :
a.       Lamella adalah endapan garam mineral yang membentuk melingkar dalam tulang.
b.       Lakuna adalah tempat melekatnya oesteosit atau sel tulang dalam matriks tulang.
c.        Kanalikuli adalah saluran-saluran kecil yang menghubungkan antara lakuna yang berisi sitoplasma untuk transpor nutrisi.
5.      Apa fungsi Saaluran Haaves?
Jawab:
 Saluran havers berfungsi untuk cadangan makanan pembentuk tulang atau sebagai tempat pembuluh darah yang memberi makanan pada tulang, saraf dan pembuluh getah bening.

No comments:

Post a Comment