HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan Lengkap
Praktikum Biologi Umum dengan Judul “Pengamatan Mikroskopis”
disusun oleh:
Nama : Andi Teni Rawe
NIM : 131 5141 009
Kelas : Geografi / Sains
Kelompok : Lima
(5)
Telah
diperiksakan dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator asisten maka
dinyatakan diterima
Makassar, Desember 2013
Koordinator Asisten Asisten
Rachmayani Ardiasyah,S.Pd Ekaramdahyani
NIM : 1114040030
Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab Praktikum
Alimuddin, S.Si, M.Si
NIP: 1969 1231199 702 1001
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kita ketahui bahwa didunia ini ada makhluk hidup dan
tak hidup. Seperti yang
diketahui, unit penyusun terkecil mahluk hidup yaitu
sel. Tiap sel ini akan bergantung sesuai dengan struktur dan fungsinya yang
sama dan membenuk jaringan. Jaringan merupakan tingkatan kedua setelah
sel sebagai penyusun tubuh mahluk hidup.
Organ pada makhluk hidup memiliki peranan yang sangat
vital bagi makhluk hidup itu sendiri. Karena jika salah satu jaringan pada
makhluk hidup tidak berjalan sesuai dengan fungsinya, maka akan sedikit
menganggu organ tubuh penyusun makhluk hidup tersebut dan jika terjadi
kerusakan yang sangat parah pada beberapa jaringan penyusunya maka bisa menyebabkan
makhluk hidup itu mati.
Jaringan pada hewan tentunya berbeda dengan jaringan
pada tumbuhan. Tiap-tiap
jaringan tersebut memiliki struktur dan fungsinya masing-masing. Pada hewan dibedakan atas empat jaringan utama, yaitu
jaringan epitel, jaringan ikat jaringan otot dan jaringa saraf. Sedangkan pada
tumbuhan dapat dibedakan atas jaringan muda (meristem), dan jaringan dewasa
yang terdiri dari jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan pengangkut
dan jaringan gabus.
Adapun untuk fungsinya, misalnya
jaringan penyokong pada hewan, berfungsi menyokong tubuh, yaitu jaringan
tulang. Adapun bagian-bagian dari jaringan tulang ini berbeda dari jaringan
penyusun tubuh hewan yang lain. Pada tumbuhan juga demikian
sebagai penyokong.
. Terdapat perbedaan-perbedaan antara jaringan hewan dan jaringan tumbuhan
baik dari segi struktur maupun sel-sel penyusunnya. Berdasarkan hal tersebut,
untuk dapat mengetahui perbedaan-perbedaan antara jaringan tumbuhan dari segi
struktur maupun sel-sel penyusunya, maka dilakukan
pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan.
B.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan yang dari
praktikum ini adalah:
1.
Setelah melakukan kegiatan
ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macam-macam jaringan
yang menyusun organ-organ tumbuhan.
2.
Setelah melakukan
kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macam-macam
jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tersebut.
C.
Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari percobaan
ini adalah :
1.
Kita bisa
mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ
tumbuhan.
2.
Kita bisa mengetahui
struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tersebut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan adalah
sekumpulan sel yang berkaitan erat satu sama lain serta memiliki struktur dan
fungsi yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut
histologi. Untuk memebentuk suatu jaringan, sel-sel mengalami spesialisasi dan
diferensiasi. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ
(Tim pengajar, 2013).
Jaringan
penyusun tubuh tumbuhan dibedakan atas dua bagian yaitu jaringan meristem dan
jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang masih muda dan selalu
aktif membela atau bersifat embrional sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan
yang tidak dapat lagi berdiferensiasi terdiri dari jaringan pengangkut,
jaringan pelindung, jaringan parenkim dan jaringan gabus
(Hamka, 2006).
Jaringan
penyusun tubuh tumbuhan tingkat tinggi, dapat
dibedakan atas dua bagian yaitu:
1.
Jaringan muda (meristem atau titik tumbuh)
Jaringan ini terdiri dari sel-sel yang embrional
dindongnya tipis,kaya akan plasma vakuolanya kecil-kecil. Sel-sel jaringan ini
bila dilihat dari segala arah kurang lebih sama besar. Jaringan meristem
berfungsi untuk membelah dan berdiferensiasi menjadi sel –sel jaringan dewasa.
Menurut letak dan asal pertumbuhan meristem, jaringan meristem ini dapat
dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Meristem
primer (titik tumbuh primer)
Meristem
primer terdapat pada titik tumbuh diujung batang dan akar
sehingga disebut juga titik tumbuh
apikal(ujung).
b. Meristem sekunder (kambium)
Titik tumbuh ini berasal dari
sel-sel yang telah dewasa, kemudian mengalami
perubahan fungsi dan membelah untuk menghasilkan sel-sel yang bersifat
embrional misalnya kambium dan kambium gabus, pertumbuhan jaringan meristematis
cambium tersebut menyebabkan akar dan batang tumbuh membesar.
2. Jaringan dewasa (jaringan tubuh tua )
Sel-sel jaringan dewasa bentuknya lebih besar dari
sel-sel meristem,plasmanya lebih sedikit,vakuolanya lebih besar, kadang-kadang
sel jaringan dewasa telah mati dan terisi dengan udara atau air serta dinding
selnya ,mempunyai pembelaan yang bermacam-macam. Berdasarkan struktur dan
fungsi jaringan dewasa di bedakan atas empat yaitu jaringan dewasa
(parenkim),jaringan penutup(jaringan pelindung), jaringan pengankut(mekanik),
jaringan pengangkutan (Wildan, 1984).
Berdasarkan struktur dan fungsinya,
jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi empat bagian, yaitu :
1.
Jaringan epidermis merupakan
jaringan yang paling luar yang menutup permukaan tubuh tumbuhan, seperti
permukaan akar, batang, daun, bunga, buah, maupun biji. Biasanya sel-sel
epidermis ini terdiri atas satu sel saja yang tersusun rapat.
2.
Jaringan parenkim merupakan jaringan
dasar karena terbentuk dari meristem dasar. Jaringan parenkim yang memiliki
klorofil disebut klorenkim. Sesuai bentuknya parenkim dibedakan atas beberapa
macam, yaitu parenkim palisade, parenkim bunga karang, parenkim bintang, dan
parenkim lipatan
( Kimbal, 1993).
Susunan anatomi
jaringan pada tumbuhan :
1.
Akar
Akar merupakan organ
tumbuhan yang penting karena berperan sebagai alat pencengkeram pada
tanah/penguat dan sebagai alat penyerap air. Akar memiliki bagian pelindung
berupa tudung akar yang tidak dimiliki oleh organ lain. Berdasarkan asal
terbentuknya, akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar adventitif. Akar
primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel, sedangkan akar
adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari perisikel
atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang.
2.
Daun
Tidak hanya sebagai tempat
fotosintesis, daun juga berfungsi untuk transpirasi (penguapan air) dan
respirasi (pernapasan). Bila kita mengamati preparat irisan melintang daun,
maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur anatomi daun yang sesuai
dengan fungsi daun tersebut. Daun tersusun atas jaringan epidermis, jaringan
parenkim, dan jaringan pengangkut.
3.
Batang
Pada tumbuhan dikotil,
berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di
bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada tumbuhan
dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan
xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan
dikotil. Kambium
merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder ( Sobarudin, 2013 )
Jenis
jaringan yang dimiliki oleh hewan adalah jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf.
Jaringan epitel tersusun atas beberapa sel yang bentuk dan ukurannya sama
terletak dibagian luar dan berfungsi sebagai proteksi dan pembatas dengan
jaringan lain. Jaringan epitel terdiri dari sel-sel mandate yang terikat erat
jaringan ikat yang ada dibawah oleh lamina besalis atau membran dasar. Lamina
besalis merupakan jaringan ekstraseluler
yang dibagi atas tiga macam yaitu
warnanya polos, inti terdapat ditengah merupakan otot tidak sadar, kerjanya
teratur,tidak cepat lelah dan reaksi
terhadap rangsangan lambat, bentuknya
seperti gelondong dan terdapat pada alat pencernaaan (Pratiwi, 2000).
Jaringan otot
tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi untuk menggerakkan berbagai bagian
organ tubuh yang disebabkan kemampuan jaringan otot untuk berkontraksi. Hal ini
terjadi karena sel-sel otot mengandung protein kontraksi yang memanjang dan
mengandung miofibril atau serabut-serabut halus. Jaringan otot terbagi menjadi
tiga yaitu :
1.
Otot polos,
yang berbentuk gelondong dan bagian intinya hanya satu dibagian tengah.
2.
Otot lurik,
yang memiliki inti lebih dari satu dibagian tepi dan memiliki pita terang dan
pita gelap.
3.
Otot jantung,
yang memiliki discus interkalalar dan intinya lebih dari satu yang terletak
dibagian tengah ( Prawira, 1997 ).
Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem saraf
pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf
perifer terdiri atas kumpula-kumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di
seluruh tubuh, termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan,
2004).
Sistem saraf memiliki dua fungsi
yaitu (i) untuk mendeteksi, menganalisa, menggunakan dan menghantarkan semua
informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris, dan perubahan mekanis dan
kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal, dan
(ii) untuk mengorganisir dan mengatur, baik secara langsung maupun tidak
langsung sebagian terbesar fungsi tubuh, terutama kegiatan motoris, viseral,
endokrin dan mental (Pagarra, 2004).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.
Waktu dan Tempat
1.
Waktu praktikum
Hari/Tanggal : Selasa, 26 November 2013
Waktu : Pukul
13.00-15.50 WITA
2.
Tempat Praktikum : Green House Biologi FMIPA UNM
B.
Alat dan Bahan
1.
Alat
a.
Mikroskop
b.
Preparat dan deck
glass
c.
Lap kasar dan Lap
halus
d.
Preparat awetan
akar Allium cepa
e.
Preparat awetan
otot polos
f.
silet
2.
Bahan
a.
Air
b.
Tomat [daun,
batang, dan akar] (Solanum lycopersicum)
c.
Jagung [daun,
batang, dan akar] (Zea mays)
C.
Prosedur Kerja
1.
Jaringan tumbuhan
1.1. Siapkan mikroskop berdasarkan aturan tata cara penggunaannya.
1.2. Ambil preparat awetan akar, batang, dan daun yan mewakili
golongan dikotil dan monokotil.
1.3. Amati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang
menyusun akar, batang, dan daun tersebut.
1.4. Gunakan pembesaran obyektif 4x untuk melihat preparat
secara keseluruhan, kemudian ganti dengan pembesaran obyektif 10x untuk
mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.
1.5. Gambarlah jaringan ketiga organ tersebut secara
keseluruhan dan sebutkan bagian-bagiannya.
1.6. Bandingkan hasil pengamatan Anda dengan gambar
berikutnya.
1.7. Pelajari fungsi masing-masing jaringan yang menyusun
organ tumbuhan tersebut.
2. Jaringan hewan
2.1. Jaringan epitel
2.1.1.
Amati preparat awetan epitel
kubus selapis pada medula renalis.
2.1.2.
Gunakan pembesaran obyektif 10x
untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran
obyektif 40x untuk mengamati jaringan yang lebih jelas.
2.1.3.
Perhatikan sel epitel berbentuk
kubus dengan inti sel besr yang membulat dan terletak di tengah sel. Gambar dan
beri keterangan.
2.1.4.
Bandingkan hasil pengamatan Anda
dengan gambar yang ada.
2.2.Jaringan penyokong
2.2.1.
Amati preparat gosok tulang padat
pada tulang pipa.
2.2.2.
Gambar dan bei keterangan
bagian-bagian yang terlihat.
2.2.3.
Perhatikan strukturnya dari arah
luar/tepi adanya:
a.
Periosteum, berupa jaringan padat
b.
Sistem havers yang terdiri atas :
1)
Saluran havers
2)
Lamella havers yang tersusun
konsentris mengelilingi saluran havers.
3)
Tiap lamella mengandung esteosit
dalam lakuna yang mempunyai kanalakuli.
c.
Endosteum
2.2.4.
Bandingkan hasil pengamataan Anda
dengan gambar yang ada.
2.3. Jaringan saraf
2.3.1.
Amati sel purkinje pada preparat
awetan otak kecil.
2.3.2.
Gambar dan beri keterangan
bagian-bagian yang terlihat.
2.3.3.
Mintalah petunjuk asisten untuk
melihat sel-sel yang dimaksud. Pada lapisan ganglion yang terdiri atas selapis
sel purkinje berbentuk botol, ini pucat dan besar, nukleolus kecil dan gelap.
2.3.4.
Bandingkan hasil pengamatan Anda
dengan gambar yang ada.
2.4.Jaringan daraah
2.4.1.
Amati preparat awetan apusan
darah dengan perbesaran kuat.
2.4.2.
Perhatikan dan gambarlah
macam-macam sel darah (eritrosit, limfosit, monosit, leukosit neutrofil, dan
basofil) yang terdapat dalam darah.
2.4.3.
Bandingkan gambar Anda dengan
gambar yang ada.
2.5. Jaringan otot
2.5.1.
Amaati preparat awetan jaringan
otot polos, otot lurik, dan otot jantung dengan perbesaran kuat.
2.5.2.
Perhatikan dan gambarlah
macam-macam sel otot, bentuk, dan letaak intinya serta arah serabutnya.
2.5.3.
Bandingkan hasil pengamatan Anda
dengan gambar yang ada.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
|
LEMBAR PENGAMATAN
Akar Jagung (Zea mays)
perbesaran 4x
Keterangan Hasil Pengamatan Gambar Pembanding
1. Epidermis
2. Endodermis
3. Korteks
4. Floem
5. Xylem
Batang Jagung
perbesaran4x
Keterangan Hasil Pengamatan Gambar Pembanding
1.
Epidermis
2.
Korteks
Daun Jagung
Pembesaran 4x
Keterangan Hasil Pengamatan Gambar Pembanding
1.
Xylem
2.
Floem
3.
Epidermis
4.
Spons
5.
Stomata
6.
Palisade
|
|
LEMBAR PENGAMATAN
Akar Tomat (Solanum lycopersicum)
perbesaran 4x
Keterangan Hasil Pengamatan Gambar Pembanding
1. Epidermis
2. Endodermis
3. Korteks
4. Parisikel
Batang Tomat
perbesaran4x
Keterangan Hasil Pengamatan Gambar Pembanding
1.
Epidermis
2.
Endodermis
3.
korteks
Daun Tomat
Pembesaran 4x
Keterangan Hasil Pengamatan Gambar Pembanding
1.
Xylem
2.
Floem
3.
Epidermis
4.
Spons
5.
Stomata
6.
palisade
|
B. Pembahasan
1. Jaringan
Tumbuhan
Pada jaringan tumbuhan kami
mengamati jaringan akar, batang dan daun yang dimana,
a. Akar
monokotil (Zea mays)
Akar merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang berfungsi menyerap air
dan garam-garam mineral dari dalam tanah. Pada beberapa tanaman akar berfungsi
menyimpan cadangan makanan.
b. Batang
monokotil (Zea mays)
Batang merupakan salah satu organ yang memiliki bagian-bagian pokok, yaitu
:
1.
Epidermis,
sel-selnya sama dengan penyusun epidermis akar yaitu tersusun rapat, tanpa
ruang antar sel akan tetapi dinding sel epidermis batang pada umumnya mengalami
penebalan dan dilapisi zat gabus yang disebut katikulus sehingga terhindar dari
kekeringan.
2. Korteks, sel-sel penyusunnya sama dengan sel penyusun korteks akar
berdinding tipis, susunan selnya tidak beraturan dan terdapat ruang antar sel.
c. Daun
monokotil
Daun terletak di bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang. Daun merupakan modifikasi
dari batang. Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yangpaling banyak mengandung
klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyakberlangsung di daun.
1.
Xylem adalah Pembuluh
itu meliputi Xylem atau pembuluh kayu berfungsi untuk membawa air.
2.
Epedermis adalah Jaringan
yang letaknya paling luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup
berbentuk pipih selapis yang berderet
3.
Palisade (jaringan pagar) sel-sel pada jaringan ini
terlihat rapat.
4.
Spons( jaringan bunga karang),
jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang
antar sel.
5.
Stomata
(mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar
stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi
sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu
stomata juga berfungsi untuk penguapan air
6.
Floem pembuluh lapis/pembuluh kulit
kayu membawa hasil fotosintesis berupa larutan organik.
Pada
praktikum yang kami lakukan, kami mendapat pengamatan untuk Akar tanaman
monokotil (Zea may) dan dikotil (Solanum lycopersicum). Pada pengamatan Zea mays, yang kami dapatkan adalah
jaringan penyusun organnya yaitu untuk pada daun ada palisade, floem, xylem, epidermis,
spons dan stomata. Untuk pada batang ada epidermis dan korteks. Dan untuk pada
akar ada Epidermis, Endodermis, Korteks, Floem, dan Xylem.
Untuk
pengamatan tanaman monokotil (Solanum
lycopersicum) sama dengan dikotil yang kami dapatkan juga penyusun
organnya. Untuk akar sendiri ada epidermis, endodermis, korteks, dan parisikel.
Untuk daunnya sama dengan apa yang terdapat pada monokotil, jadi jika kita
mengetahui fungsinya masing-masing maka kita mendapatkan penyusun organnya
seperti yang tampak pada monokotil. Dan untuk batangnya ada korteks dan
epidermis.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa, jaringan-jaringan yang terdapat pada tanaman monokotil
maupun dikotil sudah dapat di bedakan. Dari Jaringan yang menyusun tumbuhan
monokotil dan dikotil mulai akar, batang hingga daun ada sedikit persamaan. Tetapi
walau begitu tetap ada perbedaan didalamnya.
B.
Saran
Dalam melaksanaakan praktikum, para
praktikan harus tetap fokus dengan pengamatannya, agar hasilnya dapat maksimal
nantinya, dan juga tetap berhati-hati dalam menggunakan alat-alat laboran.
DAFTAR PUSTAKA
Adnan.2004. Penuntun
Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. Jurusan Biologi
FMIPA UNM. Makassar.
Hamka,dkk. 2006. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar:
FMIPA UNM.
Kimball, J.W. 1993. Biologi.
Jakarta : Erlangga.
Pagarra,Halifah. 2004. Struktur Hewan. Jurusan
Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Pratiwi,D. 2000. Jaringan
Penyusun Tubuh Tumbuhan. Jakarta: Erlangga
Prawira, Bjoni. 1997. Fisiologi Adaptasi Hewan Tertial Terhadap
lingkungan. Jakarta: Dirjen Depdikbud.
Sobarudin, Arif http://www.bisosial.com/2013/03/organ-pada-tumbuhan.html ( di akses pada hari Sabtu tanggal 30 Desember 2013 )
Tim pengajar. 2013. Penuntun Praktikum
Biologi. Makassar: Penerbit FMIPA UNM.
Wildan, Yatin. 1984. Biologi. .Bandung: Tarsito.
LAMPIRAN
1.
Bagaimanakah bentuk sel otot
polos, dimana letaknya, berapa benyak inti dalam setiap sel?
Jawab : Bentuk otot polos adalah
berbentuk gelendong panjang dan lancip. Letaknya jaringan otot polos dalam
tubuh vertebrata terdapat pada pembuluh darah, pembuluh limfa, saluran
pernapasan., dinding saluran pencernaan, saluran kencing dan kelamin serta
lapisan dermis kulit untuk menghubunngkan epidermis kulit dan akar
rambut yang brrfugsimenegakkan rambut. Masing-masing memiliki.suatu inti sel
terletak di tengah.
2.
Kumpulan serabut sel otot lurik
disebut apa, berapa banyak inti yang tedapat pada serabut tersebut?
Jawab : kumpalan sel otot lurik disebut fibril, dan banyaknya inti
pada setiap serabut banyak.
3.
Apa perbedaan mendasar antara sel otot polos, sel otot lurik, dan otot
jantung yang ditemukan?
Jawab :
a.
Otot polos, berbentuk gelendong
dengan kedua ujungnya meruncing dan hanya memiliki satu inti sel yang terdapat
di tengah.
b.
Otot lurik, bentuknya panjang dan
memiliki banyak inti yang terletak di pinggir.
c.
Otot jantung, secara struktur
mirip dengan otot lurik tetapi bercabang dan letaknya inti berada di tengah.
4.
Apa yang disebut lamella, lakuna, kanalikuli ?
Jawab :
a.
Lamella adalah endapan garam
mineral yang membentuk melingkar dalam tulang.
b.
Lakuna adalah
tempat melekatnya oesteosit atau sel tulang dalam matriks tulang.
c.
Kanalikuli
adalah saluran-saluran kecil yang menghubungkan antara lakuna yang berisi
sitoplasma untuk transpor nutrisi.
5.
Apa fungsi Saaluran Haaves?
Jawab:
Saluran havers berfungsi untuk cadangan
makanan pembentuk tulang atau sebagai tempat pembuluh darah yang memberi
makanan pada tulang, saraf dan pembuluh getah bening.