Wednesday, November 13, 2013

Geologi - Sungai



TUGAS GEOLOGI DASAR

“SUNGAI”
 
 
OLEH
KELOMPOK 10
MULTASYAM
ANDI TENRI RAWE
INDAH SARI

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN AJARAN 2013 / 2014








KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehataan dan kesempatan-Nya kepada kita semua, terutama kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Berikut ini kami sajikan sebuah makalah yang berjudul “SUNGAI”.
Kami mengharapkan makalah ini dapat brmanfaat bagi pembaca semua, terutama bagi kami pemakalah. Kepadaa pembaca, jika terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini, kami mohon maaf.
Dengan demikian, tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca. Semoga Allah memberkahi sehingga makalah ini benar-benar bermanfaat.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.


                                                                                                          Makassar, September 2013


                                                                                                                     Penulis











i



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .i
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . .ii
BAB I  PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B.   Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  1
C.   Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . 1
BAB  II  PEMBAHASAN
A.   Pengertian sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
B.   Hasil  pembentukan  sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
C.   Klasifikasi  Sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
D.   Manfaat  Sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
E.    Dampak  Normalisasi  Sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
BAB  III  PENUTUP
A.   Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
B.   Saran . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  8
DAFTAR PUSTAKA









ii



 
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sungai itu terbentuk dengan adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di ketinggian umpamanya di sebuah puncak bukit atau gunung yang tinggi, dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu, kemudian terkumpul dibgian yang cekung, lama-kelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh, akhirnya mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air, selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yang paling rendah, mungkin mula-mula merata, namun karena ada bagian-bagian dipermukaan tanah yang tidak begitu keras, maka mudahlah terkikis sehingga menjadi alur-alur yang tercipta makin hari makin panjang dan semakin dalam alur itu akan berbelok, atau bercabang, apabila air yang mengalir disitu terhalang oleh batu sebesar alur itu, atau btu yang banyak, demikian juga dengan sungai dibawah permukaan tanah, terjadi dari air yang mengalir dari atas, kemudian menemukan bagian-bagian yang dapat tembus kebawah permukaan tanah dan mengalir ke arah dataran yang rendah, lama-kelamaan sungai itu akan semakin lebar.
Air sungai bisa dijadikan sebagai energi penggerak seperti generator listrik sehingga dapat membangkitkan sektor industri. Sungai juga masih banyak digunakan sebagai jalur transportasi.

B.     Rumusan Masalah
Adapun masalah yang di angkat yaitu :
1.      Apa saja bentukan sungai ?
2.      Bagaimana klasifikasi sungai ?
3.      Apa saja dampak dan manfaat sungai ?

C.    Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitua, agar pembaca memahami pengertian, bentukan, klasfikasi, dampak dan manfaat dari sungai.



1




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Sungai
Sungai adalah aliran air tawar dari sumber alamiah di daratan menuju dan bermuara di danau, laut atau samudera. Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu daerah yang terhempas disisi kiri kanan dari suatu aliran sungai.

B.     Hasil Bentukan Sungai
hasil bentukan sungai yaitu :
1.      Maender, yaitu bentuk aliran sungai yang berkelok-kelok. Ciri dari suatu rangkaian Maender adalah adanya leher Maender (bagian yang menyempit) yang dapat menghasilkan potongan berbentuk tapal kuda dan disebut danau tapal kuda.
2.      Delta, yaitu suatu daratan yang terletak di muara sungai, terpisah dai lautn dan terdiri dari endapan hasil pengikisan air sungai.

C.    Klasifikasi Sungai
1.      Berdasarkan sumber air
·         Sember airnya mendapat langsung dari air hujan; sungai hujan.
Contoh : sungai-sungai di perbukitan kapur, Gunung Kidul, DIY
·         Sumber airnya berasal dari salju yang mencair/pencairan es; sungai gletser.
Contoh : sungai memberamo di Irian Jaya
·         Sumber airnya berasal dari air hujan dan gletser (es/salju); sungai campuran.
Contoh : sungai Memberamo dan Digul di Irian Jaya
2.      Berdasarkan kontinuitas air/ debit air
·         Sungai ephemeral, hanya mengalir jika ada hujan.
·         Sungai Intermetten, mengalir pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau kering.
·         Perenia, mengalir sepanjang tahun karena musim hujan dan musim kemarau.
·         sungai-sungai di Kalimantan, Sumatra, dan Irian Jaya selalu ada sehingga antara musim hujan dan kemarau beda aliran kecil : bisa sebagai sungai permanen; mengalir sepanjang tahun.

2



 
1.      Berdasarkan pola aliran
Pola aliran radial menjari seperti di daerah vulkan/gunung berbentuk kerucut, pola aliran yang meninggalkan pusat radial sentrifugal.
2.      Berdasarkan arah aliran
·         Sungai yang mengalir sesuai dengan kemiringan batuan daerah yang konsekuen dilaluinya, contoh : sungai Progo ketika menuruni lereng Gunung Merapi.
·         Sungai yan alirannya tegak lurus pada sungai konsekuen dan subsekuen, contoh : sungai Opak Yogyakarta bermuara pada sungai konsekuen.
·         Sungai obsekuen yang mengalir berlawanan arah kemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anak sungai subsekuen
·         Sungai resekuen merupakan anak sungai subsekuen dan alirannya searah/sejajar dengan sungai konsekuen.
·         Sungai insekuen sungai yang alirannya teratur dan tidak terikat dengan lapisan batuan yang dilaluinya
3.      Berdasarkan struktur geologi
·         Anteseden, sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah lapisan. Jadi setiap terjadi pengangkatan maka air sungai akan mengikis batuan yang dilaluinya.
Contoh : sungai Oya di Yogyakarta yang mengikis Plato Wonosari
4.      Berdasarkan asal air
·         Sungai mata air
·         Sungai air hujan
·         Sungai pencairan es/ salju
·         Sungai campuran
5.      Berdasarkan letak alirannya
·         Sungai diatas permukaan tanah
·         Sungai bawah tanah
·         Sungai campuran







3




1.      Berdasarkan pola aliran
Pola aliran radial menjari seperti di daerah vulkan/gunung berbentuk kerucut, pola aliran yang meninggalkan pusat radial sentrifugal.
2.      Berdasarkan arah aliran
·         Sungai yang mengalir sesuai dengan kemiringan batuan daerah yang konsekuen dilaluinya, contoh : sungai Progo ketika menuruni lereng Gunung Merapi.
·         Sungai yan alirannya tegak lurus pada sungai konsekuen dan subsekuen, contoh : sungai Opak Yogyakarta bermuara pada sungai konsekuen.
·         Sungai obsekuen yang mengalir berlawanan arah kemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anak sungai subsekuen
·         Sungai resekuen merupakan anak sungai subsekuen dan alirannya searah/sejajar dengan sungai konsekuen.
·         Sungai insekuen sungai yang alirannya teratur dan tidak terikat dengan lapisan batuan yang dilaluinya
3.      Berdasarkan struktur geologi
·         Anteseden, sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah lapisan. Jadi setiap terjadi pengangkatan maka air sungai akan mengikis batuan yang dilaluinya.
Contoh : sungai Oya di Yogyakarta yang mengikis Plato Wonosari
4.      Berdasarkan asal air
·         Sungai mata air
·         Sungai air hujan
·         Sungai pencairan es/ salju
·         Sungai campuran
5.      Berdasarkan letak alirannya
·         Sungai diatas permukaan tanah
·         Sungai bawah tanah
·         Sungai campuran







3





A.    Manfaat sungai
Sejak jaman dahulu kala, sungai menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat yang berdiam disekitar alirannya. Ia menjadi sumber hidup dan kehidupan masyarakat yang bermukim di sekitar bantarannya. Sungai menjadi ruang sosial yang cukup representative bagi masyarakat karena bisa digunakan untuk mandi, mencuci serta bahkan mencari ikan untuk kebutuhan rumah tangga dan sumber penghasil.
Bahkan kalau kia cermati, beberapa candi dan kerajaan-kerajaan di Nusantara ini senantiasa berdiri tidak jauh daari sungai. Tentu saja keberadaan sungai menjadi vital bagi kehidupan saat itu. Disaat transportasi tidak semudah sekarang ini, pembangunan candi dan kerajaan itu menggunakan sungai sebagai jalur utama transportasi bagi keluar masuknya perahu pengangkut bahan bangunan serta makanan. Sungai juga menjadi penjaga harmoni bagi keberadaan serta bukit yang tak jauh darinya.
Dibeberapa tempat sungai bahkan menyediakan pasokan air yang cukup penting bagi sektor pertanian dan perkebunan. Bahkan batu-batu yang ada disungai mensuplai sebagian besar bahan bangunan bagi rumah oenduduk di sekitar daeraah aliran sungai.
Denan demikian, keberadaan sungai menjadi sangat penting bagi kehidupan bahkan sampai sekarang. Namun sayang, kita kurang begitu peduli dengan pelestarian dankebersihan sungai di sekitar kita. Padahal disamping bemanfaat seperti yang dijelskan diatas, sungai jaman sekarang bisa pula digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik wisata air serta aneka kegiataan yang berhubungan dengan air dan perairan.
Sungai yang terawat serta terjaga kebersihannya akan membawa dampak positif bagi masyarakat yang hidup disekitarnya. Karena dapat menghindarkan diri dari resiko banjir serta dapat mendatangkan devisa bagi industri pariwisata di sekitar bantaran sungai. Sudah saatnya kita menjaga kebersihan sungai karena dari sanalah roda kehidupan itu mengalir.
Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap kedalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yng biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir kelaut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai dimana sungai bertemu laut yang dikenal sebagai muara sungai.


4




Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul darri presipitasa, seperti hujan, embun mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentuair sungai juga berasal dari leleehan es/ salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).
Manusia membutuhkan air dalam jumlah yang besar untuk berbagai kebutuhan hidupnya dan dimanfaatkan dalam banyak hal. Perairan darat seperti sungai, danau, waduk, empang, rawa dan lain sebagainya memiliki banyak manfaat jika dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar perairan.
Berikut ini beberaapa kegunaan/ manfaat perairan bagi manusia yang ada disekitarnya
1.      Sumber energi pembangkit listrik
2.      Sebagai sarana transportasi
3.      Tempat rekreasi atau hobi
4.      Tempat budidaya hewan air tawar (udang, kepiting, ikan)
5.      Sumber air minum mahluk hidup
6.      Bahaan baku industri
7.      Sumber air pertanian, peternakan dan perikanan
8.      Sebagai tempat olahraga
9.      Untuk mandi dan cuci
10.  Tempat pembuangan limbah ramah lingkungan
11.  Tempat riset penelitian dan eksplorasi
12.  Sebagai bahan belajar. Dan masih banyak lagi manfaat lain perairan bagi masyarakat.

B.     Dampak Normalisasi Sungai
Sungai Citarum dan Ci-manuk pada masa jayanya merupakan jalur migrasi manusia prasejarah dari Asia Daratan ke pedalaman Jawa Barat hingga ke kawasan pegunungan di sekitar dataran tinggi Bandung, yang masih berupa danau. Pada saat itu, sepanjang daerah aliran kedua sungai masih terlindung hutan alam dan dapat dilayari seperti halnya sungai Musi, Kapuas, Barito, dan beberapa sungai besar lainnya di Indonesia.


5



Alur sungainya yang berliku-liku disebut maender dengan arus airnya yang tenang merupakan pola alur unik terbentuk berdasar hukum alam dan melintasi daerah aliran amat panjang dan luas. Sekarang, alur sungai berliku-liku di dataran tinggi Bandung dinormalisasi, karena di pandang tidak normal dan menjadi penyebab meluapnya air sungai ke kawasan permukiman jika musim hujan tiba. Padahal permukiman tersebut yang salah lokasi di bangun di lembah sungai yang secara alami menjadi penampung jika air sungai Citarum meningkat volumenya.
Daerah hulu sungai Citarum berupa pegununan daerah lereng terjal di aliri banyak anak sungai, sudah tidak terlindung hutan yang berfungsi sebagai pengendali. Akibatnya, erosi mempercepat pendangkalan alur sungai oleh endapan lumpur di dataran tinggi Bandung dan jika hujan lebat air tidak tertampung di alurnya dan meluap menggenangi permukiman. Alur sunngai Citarum itu salah dan manusia akan membetulkannya.
Normalisasi alur sungai Citarum juga berdmpak buruk pada waduk Saguling, karena ikut mempercepat pendangkalan dan kemungkinan ikut mengganggu peralatan teknik pembangkit listrik. Daampak buruk tersebut tidak mustahil berkembang dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya penduduknya di sepanjang daerah aliran sungai Citarum, khususnya yang bermukim di dataran tinggi Bandung Selatan. Gangguan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya penduduk setempat ini sudah terjadi setiap musim hujan, antara lain merebaknya berbagai macaam penyakit seperti, muntaber, juga kala gaja akibat berkembang biaknya cacing fuariasis.
Setiap tata lingkungan selalu memiliki irama kehidupan atau ekosistem, unsur penunjang, dan peraturan atau hukum yang memeliharanya. Unsur penunjang terdiri dari tata geologi di bawah dan di permukaan medannya cuaca dan iklim yang erat kaitannya dengan masalah meteorologi, tata keairan dibawah, di atas, dan di permukaan bumi yang dapat di pelajari secara hidrologi, botani mengenai tumbuhan, dan zoologi mempelajari hewannya. Manusia lebih banyak bergerak dalam memanfaatkan secara sosial, ekonomi dan budaya tata lingkungan yang di dukung kelima fasilitas alam, yang sudah tersedia tanpa diminta, tetapi pemanfaatannya kurang atau tidak memperhatikan daya dukung lingkungannya yang erat berkaitan dengan kelima unsur penunjang tersebut.
Kekurang perhatian pada daya dukung lingkungan, dapat menyebabkan dampak negatif yang berakibat fatal secar berkesinambungan akibat perubahan tataan yang di rekayasa manusia, antara lain mengubah alur sungai, dapat merangsang terjadinya penyesuaian keseimbangan oleh alamnya.



6




Selama proses pembentukan keseimbangan yaang baru, masing-masing unsur penunjang akan berproses dan proses ini pun tidak pelak lagi berimbas mengganggu kehidupan manusia, karena manusia secara fisik dan nonfisik rentan dan mudah trrpengaruh penyakit. Penyakit tersebut umumnya bersumber di air yang tenang tidak mengalir seperti tikungan sungai yang di normalisasikan sehingga menjadi semacm danau penuh dengan berbagai macam mikroorganisme termasuk cacing filariasis.
Genangan air di tikungan sungai Citarum yang sudah terputus dari induknya dan tidak termanfaatkan, sebaiknya segera dibina menjadi peternakan ikan mujair agar menjadi predator atau pemangsa larva nyamuk dn cacing. Ikan mujair mudah dan murah pemeliharaannya, cepat berkembangbiak, dan memiliki nilai ekonomi tinggisebagai komoditas pasaran. Hal ini juga banyak dilakukan di berbagai negara, untuk meredam dampak negative akibat pengubahan tata lingkungan.
Kenyataannya, dalam normalisasi alur sungai Citarum belum juga memberikan maslahat bagi penduduk justru mudaratnya timbal secaara berkesinambungan. Untuk penanggu-langannya lebih lanjut, perlu manajement sungai terpadu antara lembanga atau antardaerah otonom, sampai sekarang belum ada sungai yang di organisasidan dibina melalui manajement tepat guna, untuk kepentingan apapun tanpa mengabaikan asas pencagaran.














7
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
·         Hasil pembentukan sungai
Maender, yaitu bentuk aliran ssungai yang berkelok-kelok. Ciri dari suatu rangkaian Maender adalah adanya leher Maender (bagian yang menyempit) yang dapat menghasilkan potongan berbentuk tapal kuda dan disebut danau tapaal kuda.
Delta, yaitu suatu daratan yang terletak di muara sungai terpisah dai laut dan terdiri dari endapan hasil pengikisan air sungai.
·         Klasifikasi sungai
1.      Berdasarkan alirannya
-          Sungai mata air
-          Sungai air hujan
-          Sungai pencairan es/ salju
-          Sungai campuran
2.      Berdasarkan letak alirannya
-          Sungai diatas permukaan tanah
-          Sungai dibawah tanah
-          Sungai campuran
·         Manfaat sungai bagi manusia
1.      Sebagai energi pembangkit listrik
2.      Sebagai sarana transportasi
3.      Tempat rekreasi atau hobi
4.      Tempat budidaya hewan air tawar, dll.
Genangan air di tikungan sungai Citarum yang sudah terputus dari induknya dan tidak termanfatkan, sebaiknya segera dibina menjadi peternakan ikan mujai agar menjadi predator atau pemangsa larva nyamuk dan cacing.
B.     SARAN
Akhirnya pemakalah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu didalam menyelesaikan makalah ini. Disamping itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari mahasiswa, serta dosen maupun pembaca sekalian, demi kebaikan kita bersama terutama bagi pemakalah.


8




DAFTAR PUSTAKA
Drs. Suprapta, Msi. 2013. Modul Geologi Dasar. Makassar: Badan Penerbit UNM.





No comments:

Post a Comment