TUGAS GEOLOGI DASAR
“SUNGAI”
OLEH
KELOMPOK
10
MULTASYAM
ANDI
TENRI RAWE
INDAH
SARI
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
TAHUN
AJARAN 2013 / 2014
KATA
PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah
yang masih memberikan kesehataan dan kesempatan-Nya kepada kita semua, terutama
kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Berikut ini kami
sajikan sebuah makalah yang berjudul “SUNGAI”.
Kami mengharapkan
makalah ini dapat brmanfaat bagi pembaca semua, terutama bagi kami pemakalah.
Kepadaa pembaca, jika terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini,
kami mohon maaf.
Dengan demikian, tak
lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca. Semoga Allah memberkahi
sehingga makalah ini benar-benar bermanfaat.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.
Makassar, September 2013
Penulis
i
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . .i
DAFTAR
ISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . .
. . . . . .ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Rumusan
Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
C. Tujuan
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
B. Hasil pembentukan
sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
C. Klasifikasi Sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . 2
D. Manfaat Sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . 4
E. Dampak Normalisasi
Sungai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
B. Saran
. . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . 8
DAFTAR
PUSTAKA
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sungai
itu terbentuk dengan adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang
berada di ketinggian umpamanya di sebuah puncak bukit atau gunung yang tinggi,
dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu, kemudian terkumpul dibgian
yang cekung, lama-kelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh, akhirnya mengalir
keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air,
selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yang paling rendah,
mungkin mula-mula merata, namun karena ada bagian-bagian dipermukaan tanah yang
tidak begitu keras, maka mudahlah terkikis sehingga menjadi alur-alur yang
tercipta makin hari makin panjang dan semakin dalam alur itu akan berbelok,
atau bercabang, apabila air yang mengalir disitu terhalang oleh batu sebesar
alur itu, atau btu yang banyak, demikian juga dengan sungai dibawah permukaan
tanah, terjadi dari air yang mengalir dari atas, kemudian menemukan
bagian-bagian yang dapat tembus kebawah permukaan tanah dan mengalir ke arah
dataran yang rendah, lama-kelamaan sungai itu akan semakin lebar.
Air
sungai bisa dijadikan sebagai energi penggerak seperti generator listrik
sehingga dapat membangkitkan sektor industri. Sungai juga masih banyak
digunakan sebagai jalur transportasi.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun masalah yang di
angkat yaitu :
1. Apa
saja bentukan sungai ?
2. Bagaimana
klasifikasi sungai ?
3. Apa
saja dampak dan manfaat sungai ?
C.
Tujuan
Tujuan
dari penulisan makalah ini yaitua, agar pembaca memahami pengertian, bentukan,
klasfikasi, dampak dan manfaat dari sungai.
1
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sungai
Sungai
adalah aliran air tawar dari sumber alamiah di daratan menuju dan bermuara di
danau, laut atau samudera. Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu daerah yang
terhempas disisi kiri kanan dari suatu aliran sungai.
B.
Hasil
Bentukan Sungai
hasil bentukan sungai
yaitu :
1. Maender, yaitu
bentuk aliran sungai yang berkelok-kelok. Ciri dari suatu rangkaian Maender
adalah adanya leher Maender (bagian yang menyempit) yang dapat menghasilkan
potongan berbentuk tapal kuda dan disebut danau tapal kuda.
2. Delta, yaitu
suatu daratan yang terletak di muara sungai, terpisah dai lautn dan terdiri
dari endapan hasil pengikisan air sungai.
C.
Klasifikasi
Sungai
1. Berdasarkan
sumber air
·
Sember airnya mendapat langsung dari air
hujan; sungai hujan.
Contoh : sungai-sungai di perbukitan
kapur, Gunung Kidul, DIY
·
Sumber airnya berasal dari salju yang
mencair/pencairan es; sungai gletser.
Contoh
: sungai memberamo di Irian Jaya
·
Sumber airnya berasal dari air hujan dan
gletser (es/salju); sungai campuran.
Contoh
: sungai Memberamo dan Digul di Irian Jaya
2. Berdasarkan
kontinuitas air/ debit air
·
Sungai ephemeral, hanya mengalir jika
ada hujan.
·
Sungai Intermetten, mengalir pada musim
hujan, sedangkan pada musim kemarau kering.
·
Perenia, mengalir sepanjang tahun karena
musim hujan dan musim kemarau.
·
sungai-sungai di Kalimantan, Sumatra,
dan Irian Jaya selalu ada sehingga antara musim hujan dan kemarau beda aliran
kecil : bisa sebagai sungai permanen; mengalir sepanjang tahun.
2
1. Berdasarkan
pola aliran
Pola
aliran radial menjari seperti di daerah vulkan/gunung berbentuk kerucut, pola
aliran yang meninggalkan pusat radial sentrifugal.
2. Berdasarkan
arah aliran
·
Sungai yang mengalir sesuai dengan
kemiringan batuan daerah yang konsekuen dilaluinya, contoh : sungai Progo
ketika menuruni lereng Gunung Merapi.
·
Sungai yan alirannya tegak lurus pada
sungai konsekuen dan subsekuen, contoh : sungai Opak Yogyakarta bermuara pada
sungai konsekuen.
·
Sungai obsekuen yang mengalir berlawanan
arah kemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anak sungai
subsekuen
·
Sungai resekuen merupakan anak sungai
subsekuen dan alirannya searah/sejajar dengan sungai konsekuen.
·
Sungai insekuen sungai yang alirannya
teratur dan tidak terikat dengan lapisan batuan yang dilaluinya
3. Berdasarkan
struktur geologi
·
Anteseden, sungai yang dapat mengimbangi
pengangkatan daerah lapisan. Jadi setiap terjadi pengangkatan maka air sungai
akan mengikis batuan yang dilaluinya.
Contoh
: sungai Oya di Yogyakarta yang mengikis Plato Wonosari
4. Berdasarkan
asal air
·
Sungai mata air
·
Sungai air hujan
·
Sungai pencairan es/ salju
·
Sungai campuran
5. Berdasarkan
letak alirannya
·
Sungai diatas permukaan tanah
·
Sungai bawah tanah
·
Sungai campuran
3
1. Berdasarkan
pola aliran
Pola
aliran radial menjari seperti di daerah vulkan/gunung berbentuk kerucut, pola
aliran yang meninggalkan pusat radial sentrifugal.
2. Berdasarkan
arah aliran
·
Sungai yang mengalir sesuai dengan
kemiringan batuan daerah yang konsekuen dilaluinya, contoh : sungai Progo
ketika menuruni lereng Gunung Merapi.
·
Sungai yan alirannya tegak lurus pada
sungai konsekuen dan subsekuen, contoh : sungai Opak Yogyakarta bermuara pada
sungai konsekuen.
·
Sungai obsekuen yang mengalir berlawanan
arah kemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anak sungai
subsekuen
·
Sungai resekuen merupakan anak sungai
subsekuen dan alirannya searah/sejajar dengan sungai konsekuen.
·
Sungai insekuen sungai yang alirannya
teratur dan tidak terikat dengan lapisan batuan yang dilaluinya
3. Berdasarkan
struktur geologi
·
Anteseden, sungai yang dapat mengimbangi
pengangkatan daerah lapisan. Jadi setiap terjadi pengangkatan maka air sungai
akan mengikis batuan yang dilaluinya.
Contoh
: sungai Oya di Yogyakarta yang mengikis Plato Wonosari
4. Berdasarkan
asal air
·
Sungai mata air
·
Sungai air hujan
·
Sungai pencairan es/ salju
·
Sungai campuran
5. Berdasarkan
letak alirannya
·
Sungai diatas permukaan tanah
·
Sungai bawah tanah
·
Sungai campuran
3
A.
Manfaat
sungai
Sejak
jaman dahulu kala, sungai menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat yang berdiam
disekitar alirannya. Ia menjadi sumber hidup dan kehidupan masyarakat yang
bermukim di sekitar bantarannya. Sungai menjadi ruang sosial yang cukup
representative bagi masyarakat karena bisa digunakan untuk mandi, mencuci serta
bahkan mencari ikan untuk kebutuhan rumah tangga dan sumber penghasil.
Bahkan
kalau kia cermati, beberapa candi dan kerajaan-kerajaan di Nusantara ini
senantiasa berdiri tidak jauh daari sungai. Tentu saja keberadaan sungai menjadi
vital bagi kehidupan saat itu. Disaat transportasi tidak semudah sekarang ini,
pembangunan candi dan kerajaan itu menggunakan sungai sebagai jalur utama
transportasi bagi keluar masuknya perahu pengangkut bahan bangunan serta
makanan. Sungai juga menjadi penjaga harmoni bagi keberadaan serta bukit yang
tak jauh darinya.
Dibeberapa
tempat sungai bahkan menyediakan pasokan air yang cukup penting bagi sektor
pertanian dan perkebunan. Bahkan batu-batu yang ada disungai mensuplai sebagian
besar bahan bangunan bagi rumah oenduduk di sekitar daeraah aliran sungai.
Denan
demikian, keberadaan sungai menjadi sangat penting bagi kehidupan bahkan sampai
sekarang. Namun sayang, kita kurang begitu peduli dengan pelestarian
dankebersihan sungai di sekitar kita. Padahal disamping bemanfaat seperti yang
dijelskan diatas, sungai jaman sekarang bisa pula digunakan sebagai pembangkit
tenaga listrik wisata air serta aneka kegiataan yang berhubungan dengan air dan
perairan.
Sungai
yang terawat serta terjaga kebersihannya akan membawa dampak positif bagi
masyarakat yang hidup disekitarnya. Karena dapat menghindarkan diri dari resiko
banjir serta dapat mendatangkan devisa bagi industri pariwisata di sekitar
bantaran sungai. Sudah saatnya kita menjaga kebersihan sungai karena dari
sanalah roda kehidupan itu mengalir.
Pada
beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap kedalam tanah
sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yng
biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir kelaut atau tampungan
air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari
mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk
membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran
dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai dimana
sungai bertemu laut yang dikenal sebagai muara sungai.
4
Sungai
merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya
terkumpul darri presipitasa, seperti hujan, embun mata air, limpasan bawah
tanah, dan di beberapa negara tertentuair sungai juga berasal dari leleehan es/
salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Kemanfaatan
terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum,
sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya
potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat
5.950 daerah aliran sungai (DAS).
Manusia
membutuhkan air dalam jumlah yang besar untuk berbagai kebutuhan hidupnya dan
dimanfaatkan dalam banyak hal. Perairan darat seperti sungai, danau, waduk,
empang, rawa dan lain sebagainya memiliki banyak manfaat jika dikelola dengan
baik oleh masyarakat sekitar perairan.
Berikut ini beberaapa
kegunaan/ manfaat perairan bagi manusia yang ada disekitarnya
1. Sumber
energi pembangkit listrik
2. Sebagai
sarana transportasi
3. Tempat
rekreasi atau hobi
4. Tempat
budidaya hewan air tawar (udang, kepiting, ikan)
5. Sumber
air minum mahluk hidup
6. Bahaan
baku industri
7. Sumber
air pertanian, peternakan dan perikanan
8. Sebagai
tempat olahraga
9. Untuk
mandi dan cuci
10. Tempat
pembuangan limbah ramah lingkungan
11. Tempat
riset penelitian dan eksplorasi
12. Sebagai
bahan belajar. Dan masih banyak lagi manfaat lain perairan bagi masyarakat.
B.
Dampak
Normalisasi Sungai
Sungai
Citarum dan Ci-manuk pada masa jayanya merupakan jalur migrasi manusia
prasejarah dari Asia Daratan ke pedalaman Jawa Barat hingga ke kawasan
pegunungan di sekitar dataran tinggi Bandung, yang masih berupa danau. Pada saat
itu, sepanjang daerah aliran kedua sungai masih terlindung hutan alam dan dapat
dilayari seperti halnya sungai Musi, Kapuas, Barito, dan beberapa sungai besar
lainnya di Indonesia.
5
Alur
sungainya yang berliku-liku disebut maender dengan arus airnya yang tenang
merupakan pola alur unik terbentuk berdasar hukum alam dan melintasi daerah
aliran amat panjang dan luas. Sekarang, alur sungai berliku-liku di dataran
tinggi Bandung dinormalisasi, karena di pandang tidak normal dan menjadi
penyebab meluapnya air sungai ke kawasan permukiman jika musim hujan tiba.
Padahal permukiman tersebut yang salah lokasi di bangun di lembah sungai yang
secara alami menjadi penampung jika air sungai Citarum meningkat volumenya.
Daerah
hulu sungai Citarum berupa pegununan daerah lereng terjal di aliri banyak anak
sungai, sudah tidak terlindung hutan yang berfungsi sebagai pengendali.
Akibatnya, erosi mempercepat pendangkalan alur sungai oleh endapan lumpur di
dataran tinggi Bandung dan jika hujan lebat air tidak tertampung di alurnya dan
meluap menggenangi permukiman. Alur sunngai Citarum itu salah dan manusia akan
membetulkannya.
Normalisasi
alur sungai Citarum juga berdmpak buruk pada waduk Saguling, karena ikut
mempercepat pendangkalan dan kemungkinan ikut mengganggu peralatan teknik
pembangkit listrik. Daampak buruk tersebut tidak mustahil berkembang dalam
kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya penduduknya di sepanjang daerah aliran
sungai Citarum, khususnya yang bermukim di dataran tinggi Bandung Selatan.
Gangguan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya penduduk setempat ini sudah
terjadi setiap musim hujan, antara lain merebaknya berbagai macaam penyakit
seperti, muntaber, juga kala gaja akibat berkembang biaknya cacing fuariasis.
Setiap
tata lingkungan selalu memiliki irama kehidupan atau ekosistem, unsur
penunjang, dan peraturan atau hukum yang memeliharanya. Unsur penunjang terdiri
dari tata geologi di bawah dan di permukaan medannya cuaca dan iklim yang erat
kaitannya dengan masalah meteorologi, tata keairan dibawah, di atas, dan di
permukaan bumi yang dapat di pelajari secara hidrologi, botani mengenai
tumbuhan, dan zoologi mempelajari hewannya. Manusia lebih banyak bergerak dalam
memanfaatkan secara sosial, ekonomi dan budaya tata lingkungan yang di dukung
kelima fasilitas alam, yang sudah tersedia tanpa diminta, tetapi pemanfaatannya
kurang atau tidak memperhatikan daya dukung lingkungannya yang erat berkaitan
dengan kelima unsur penunjang tersebut.
Kekurang
perhatian pada daya dukung lingkungan, dapat menyebabkan dampak negatif yang
berakibat fatal secar berkesinambungan akibat perubahan tataan yang di rekayasa
manusia, antara lain mengubah alur sungai, dapat merangsang terjadinya
penyesuaian keseimbangan oleh alamnya.
6
Selama proses
pembentukan keseimbangan yaang baru, masing-masing unsur penunjang akan
berproses dan proses ini pun tidak pelak lagi berimbas mengganggu kehidupan
manusia, karena manusia secara fisik dan nonfisik rentan dan mudah trrpengaruh
penyakit. Penyakit tersebut umumnya bersumber di air yang tenang tidak mengalir
seperti tikungan sungai yang di normalisasikan sehingga menjadi semacm danau
penuh dengan berbagai macam mikroorganisme termasuk cacing filariasis.
Genangan
air di tikungan sungai Citarum yang sudah terputus dari induknya dan tidak
termanfaatkan, sebaiknya segera dibina menjadi peternakan ikan mujair agar
menjadi predator atau pemangsa larva nyamuk dn cacing. Ikan mujair mudah dan
murah pemeliharaannya, cepat berkembangbiak, dan memiliki nilai ekonomi
tinggisebagai komoditas pasaran. Hal ini juga banyak dilakukan di berbagai
negara, untuk meredam dampak negative akibat pengubahan tata lingkungan.
Kenyataannya,
dalam normalisasi alur sungai Citarum belum juga memberikan maslahat bagi
penduduk justru mudaratnya timbal secaara berkesinambungan. Untuk penanggu-langannya
lebih lanjut, perlu manajement sungai terpadu antara lembanga atau antardaerah
otonom, sampai sekarang belum ada sungai yang di organisasidan dibina melalui
manajement tepat guna, untuk kepentingan apapun tanpa mengabaikan asas
pencagaran.
7
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
·
Hasil pembentukan sungai
Maender, yaitu bentuk
aliran ssungai yang berkelok-kelok. Ciri dari suatu rangkaian Maender adalah
adanya leher Maender (bagian yang menyempit) yang dapat menghasilkan potongan
berbentuk tapal kuda dan disebut danau tapaal kuda.
Delta, yaitu suatu
daratan yang terletak di muara sungai terpisah dai laut dan terdiri dari
endapan hasil pengikisan air sungai.
·
Klasifikasi sungai
1. Berdasarkan
alirannya
-
Sungai mata air
-
Sungai air hujan
-
Sungai pencairan es/ salju
-
Sungai campuran
2. Berdasarkan
letak alirannya
-
Sungai diatas permukaan tanah
-
Sungai dibawah tanah
-
Sungai campuran
·
Manfaat sungai bagi manusia
1. Sebagai
energi pembangkit listrik
2. Sebagai
sarana transportasi
3. Tempat
rekreasi atau hobi
4. Tempat
budidaya hewan air tawar, dll.
Genangan air di
tikungan sungai Citarum yang sudah terputus dari induknya dan tidak
termanfatkan, sebaiknya segera dibina menjadi peternakan ikan mujai agar
menjadi predator atau pemangsa larva nyamuk dan cacing.
B.
SARAN
Akhirnya
pemakalah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu
didalam menyelesaikan makalah ini. Disamping itu kami sangat mengharapkan
kritik dan saran dari mahasiswa, serta dosen maupun pembaca sekalian, demi
kebaikan kita bersama terutama bagi pemakalah.
8
DAFTAR
PUSTAKA
Drs. Suprapta, Msi. 2013. Modul Geologi Dasar. Makassar: Badan Penerbit UNM.
No comments:
Post a Comment