Sunday, January 17, 2016

Laporan Geografi Pertanian : Observasi Pertanian Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
            Pertanian adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak, serta produk - produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan. Pemanfaatan sumber daya ini terutama berarti budi daya (bahasa Inggris: cultivation, atau untuk ternak: raising). Namun demikian, pada sejumlah kasus  yang sering dianggap bagian dari pertanian dapat berarti ekstraksi semata, seperti penangkapanikan atau eksploitasi hutan (bukan agroforestri). Usaha pertanian memiliki dua ciri penting: (1) selalu melibatkan barang dalam volume besar dan (2) proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangkan ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian. Terkait dengan pertanian, usaha tani (farming) adalah sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budi daya (tumbuhan maupun hewan). Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh “petani tembakau” atau “petani ikan”. Khusus untuk pembudidaya hewan ternak (livestock) disebut sebagai peternak. Ilmuwan serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam perbaikan metode pertanian dan aplikasinya juga dianggap terlibat dalam pertanian.
  1. Tujuan
            Kegiatan praktikum geogarfi pertanian bertujuan untuk memberikan informasi serta pengetahuan/pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pertanian. Pendekatan utama geografi adalah aspek keruangan, maka melalui kegiatan praktikum ini, mahasiswa mampu menganalisis proses yang berlangsung dalam kegiatan pertanian. Arah pelaksanaan praktikum geografi lebih difokuskan pada pengenalan proses, pengamatan, dan identifikasi kegiatan-kegiatan pertanian setiap lokasi praktikum serta karakteristik wilayah pengembangan pertanian.
  1. Manfaat
            Kegiatan praktikum geogarfi pertanian, dapat memberikan banyak manfaat kepada mahasiswa tentang pemanfaatan lahan sebagai sumber kehidupan masyarakat pada sektor pertanian. Dengan demikian, salah satu manfaat pelaksanaan kegiatan praktikum ini adalah sebagai wadah untuk memperoleh informasi tentang kondisi pertanian dan dapat membrikan bekal pengetahuan kepada mahasiswa mengenai kegiatan pertanian secara langsung di lapangan.






BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.   Pengertian Pertanian
       Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggriscrop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dantempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.
       Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor - sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data BPS tahun 2002, bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestik bruto.
       Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanahmeteorologiteknik pertanianbiokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. "Petani" adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak.
B.    Ruang Lingkup Geografi Pertanian
       Ruang lingkup dan makna geografi pertanian memang unik dan luas. Pertanian selalu mendominasi lanskap budaya dan telah mengklaim sebagian besar jam kerja manusia selama beberapa ribu tahun. Awal geografi pertanian sebagai bidang studi yang berbeda adalah perkembangan yang sangat baru sejak sebelum pembangunan di sektor pertanian sangat lambat. Studi yang menjadi keharusan di belakang ledakan penduduk, memaksa pria untuk memahami distribusi yang ada, konsentrasi, perbedaan regional, ketidakseimbangan, kesenjangan dan hubungan geografis dalam pola-pola pertanian. Oleh karena itu, secara luas diakui sebagai subjek kuno tetapi bidang baru. Lebih jauh, dalam bidang umum geografi ekonomi, studi pertanian adalah yang pertama untuk menarik perhatian sejumlah ahli geografi profesional karena 98% dari makanan yang dikonsumsi ditanam di tanah.
       Pengkajian dalam Geografi Pertanian ialah mengkaji aktivitas pertanian dalam konteks ruangan. 
1.      lokasi secara keseluruhan 
2.      kandungan aktivitas-aktivitas
3.      Tanaman dan Ternakan > Benih, ladang , buruh, jentera, dll. 
4.      Pola ruangan
5.      fenomena atau hubungan manusia dan alam sekitar fizikal. 
Tugas utama dari setiap penyelidikan dalam geografi pertanian adalah:
a.       untuk mengukur karakteristik pertanian (untuk menjalin hubungan melalui metode statistik), dan
b.      untuk memetakan distribusi spasial mereka, yaitu, tingkat konsentrasi dan diversifikasi. 
       Geografi pertanian meliputi cakupan kegiatan pertanian dan variasi dalam waktu dan ruang. Perhatian utama Geografi pertanian adalah dengan variasi spasial dalam distribusi entitas pertanian dan penyebab variasi. Dengan kata lain, perhatian utamanya adalah untuk menunjukkan distribusi penyebab, efek distribusi, dan distribusi hubungan sebab-akibat. 
       Geografi Pertanian adalah salah satu yang paling sangat berkembang cabang-cabang geografi abad kedua puluh. Beberapa dekade yang lalu, itu hampir pada tahap primitif  perkembangannya. Dalam beberapa tahun terakhir, hal itu telah membuat banyak kemajuan menuju kedewasaan sebagai geografer pertanian telah mulai memperlakukan data, konsep dan interpretasi kuantitatif. Sekarang sepenuhnya hidup dengan perubahan ekonomi, sosial dan politik yang mengakibatkan fenomena dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. studi yang dianggap penting untuk manusia yang tak tertahankan memenuhi keinginan untuk mengetahui, memahami dan menyelidiki pengaturan spatio-temporal dan distribusi fenomena pertanian. Selain itu, munculnya geografi pertanian sebagai independen, berbeda dan cabang terkemuka geografi modern menjadi peristiwa penting dalam penggunaan lahan pertanian perencanaan dan pembangunan.  Tujuan utama studi geografi pertanian adalah :
a.       untuk menjelaskan bagaimana berbagai jenis pertanian didistribusikan di atas bumi dan bagaimana mereka berfungsi dalam tata ruang,
b.      untuk memahami bagaimana jenis pertanian tertentu telah dikembangkan di daerah-daerah tertentu dan bagaimana mereka serupa atau berbeda dari pertanian di daerah-daerah lain,
c.       untuk menganalisis pengoperasian sistem pertanian dan perubahan yang mereka mengalami,
d.      untuk menyorot ke arah mana dan dalam apa perubahan volume di bidang pertanian sedang terjadi,
e.       untuk membatasi produksi tanaman-tanaman daerah atau wilayah atau kombinasi-usaha pertanian daerah,
f.       untuk mengukur dan memeriksa tingkat perbedaan antara daerah,
g.      untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang lebih lemah dalam hal produktivitas pertanian, dan
h.      untuk membatasi stagnasi bidang pertanian, transisi dan dinamisme. Semua ini termasuk dalam ruang lingkup geografi pertanian.
i.        tujuan utama pertanian adalah analisis geografi dari daerah agraris terstruktur dan alami mereka, ekonomi, dan hubungan sosial dan organisasi seperti tercermin spasial.
       Pertanian seperti studi geografi diperlukan untuk setiap kegiatan mengubah manusia, terutama untuk tujuan perencanaan dan pembangunan.Pentingnya geografi pertanian adalah bahwa hal itu memberikan bantuan dan panduan untuk para pengambil keputusan: pertanian spesialis, yang ingin memperbaiki struktur pertanian; makanan ekonom, yang ingin meningkatkan produksi bahan pangan; insinyur irigasi, yang berencana untuk memperkenalkan skema irigasi baru; perencana daerah, yang sedang mencari lokasi yang paling menguntungkan untuk rekreasi daerah; insinyur transportasi, yang harus meletakkan rel baru jalur jalan; demografis perencana, yang rencana layanan publik dan utilitas, dan banyak spesialis lainnya.
       Pentingnya geografi pertanian adalah bahwa hal itu memberikan bantuan dan panduan untuk para pengambil keputusan: pertanian spesialis, yang ingin memperbaiki struktur pertanian; makanan ekonom, yang ingin meningkatkan produksi bahan pangan; insinyur irigasi, yang berencana untuk memperkenalkan skema irigasi baru; perencana daerah, yang sedang mencari lokasi yang paling menguntungkan untuk rekreasi daerah; insinyur transportasi, yang harus meletakkan rel baru jalur jalan; demografis perencana, yang rencana layanan publik dan utilitas, dan banyak spesialis lainnya.
       Belajar tentang geografi pertanian, berarti harus mengetahui tentang arah perkembangan pertanian. Perkembangan kegiatan pertanian yang dilakukan, meliputi:
1)      Lahan pertanian
             Kebutuhan akan lahan pertanian yang produktif semakin lama semakin meningkat.  Meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat menyebabkan perluasan lahan pertanian menjadi sangat penting. Geografi pertanian membahas bagaimana lahan pertanian agar tetap produktif dan tersedia. Tetapi kini lahan pertanian yang produktif semakin sedikit.  Hal ini disebabkan berkurangnya lahan akibat perluasan lahan pemukiman penduduk.  Selain itu, banyak lahan pertanian menjadi kritis dan tidak dapat ditanami karena pemakaian lahan yang tidak seimbang/sehat.
Selain itu, geografi pertanian terhadap lahan pertanian ini juga meliputi penggunaan jenis lahan yang berbeda.  Penggunaan budidaya diatas lahan kering berbeda dengan lahan basah.  Hal ini berhubungan dengan jenis tanaman yang dapat ditanaman pada lahan-lahan tersebut.  Dampaknya adalah, hasil pertanian yang dihasilkan tergantung dari kondisi lahan yang digunakan.
2)      Produksi tanaman
             Memenuhi kebutuhan akan pangan dengan meningkatkan produksi pertanian. Proses budidaya yang dilakukan sampai proses ekonomi yaitu jual beli produk pertanian saling berkaitan dan berhubungan. Geografi pertanian mencakup dari mulai benih tanaman disebar sampai menjadi hasil yang siap dijual.
             Dalam penerapan geografi pertanian mencakup dalam menunjang proses konservasi sumber daya alam. Menjaga kelestarian sumber plasmanutfah yang penting dan berguna bagi manusia dan mencegah agar tidak terjadi kepunahan.
             Dalam geografi pertanian, penggunaan teknologi pertanian sangatlah penting.  Peningkatan jumlah produksi pertanian dapat ditingkatkan dengan adanya kemajuan teknologi pertanian ini.  Manusia mulai menciptakan peralatan dan mesin pertanian yang lebih maju dan efektif yang dapat mempercepat waktu panen dan pengolahan.
C.   Pertanian Berkelanjutan berbasis keluarga petani
       Pertanian berkelanjutan ialah suatu cara bertani yang mengintegrasikan secara komprehensif aspek lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat pertanian. Suatu mekanisme bertani yang dapat memenuhi kriteria (1) keuntungan ekonomi; (2) keuntungan sosial bagi keluarga tani dan masyarakat; dan (3) konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya pertanian berkelanjutan identik dengan pertanian organik.
Pertanian berkelanjutan bertujuan untuk memutus ketergantungan petani terhadap input eksternal dan penguasa pasar yang mendominasi sumber daya agraria. Pertanian berkelanjutan merupakan tahapan penting dalam menata ulang struktur agraria dan membangun sistem ekonomi pertanian yang sinergis antara produksi dan distribusi dalam kerangka pembaruan agraria.
Pelaksanaan pertanian berkelanjutan bersumber dari tradisi pertanian keluarga yang menghargai, menjamin dan melindungi keberlanjutan alam untuk mewujudkan kembali budaya pertanian sebagai kehidupan. Oleh karena itu, SPI mengistilahkannya sebagai “Pertanian berkelanjutan berbasis keluarga petani”, untuk membedakannya dengan konsep pertanian organik berhaluan agribisnis. Pertanian berkelanjutan merupakan tulang punggung bagi terwujudnya kedaulatan pangan.














BAB III
METODE
  1. Waktu dan Tempat
Praktek lapang ini dilaksanakan pada :
Hari/tgl            : Sabtu - Minggu, 2 - 3 Januari 2016
Tempat            : dilakukan pada empat lokasi, yaitu
1)      Lokasi Pertama     : Desa Bonto-Jai, Kec. Bissapu, Kab. Bantaeng.
2)      Lokasi Kedua       : Desa Pajukukang, Kab. Bantaeng.
3)      Lokasi Ketiga       : UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan                                           Holtikultura Batukaropa.
4)      Lokasi Keempat    : Persawahan,   Di desa Mannuangi Kec.                                                 Bulukumba, Kab. Bulukumba
  1. Tehnik Pengumpulan Data
            Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan praktikum Geografi Pertanian ini yaitu tekhnik observasi, tekhnik wawancara dan tekhnik dokumentasi.








BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
  1. Hasil
            Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Terletak dibagian selatan provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 395,83 km² atau 39.583 Ha yang dirinci berdasarkan Lahan Sawah mencapai 7.253 Ha (18,32%) dan Lahan Kering mencapai 32.330 Ha. Secara administrasi Kabupaten Bantaeng terdiri atas 8 kecamatan yang terbagi atas 21 kelurahan dan 46 desa. Jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa. Kabupaten Bantaeng terletak di daerah pantai yang memanjang pada bagian barat dan timur sepanjang 21,5 kilometer yang cukup potensial untuk perkembangan perikanan dan rumput laut.
            Kabupaten Bulukumba adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Bulukumba. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.154,67 km² dan berpenduduk sebanyak 394.757 jiwa (berdasarkan sensus penduduk 2010). Kabupaten Bulukumba mempunyai 10 kecamatan, 24 kelurahan, serta 123 desa.
            Untuk daerah observasinya sendiri terbagi beberapa lokasi yaitu di Desa Bontojai, Kecamatan Bissappu, Desa Pajukukang, UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Batukaropa, persawahan,   Di desa Mannuangi.

  1. Pembahasan
Adapun hasil observasi pada praktikum lapang adalah :
1.      Kebun Jagung
Di lokasi ini merupakan perkebunan jagung yang cukup luas di Kabupaten Bantaeng, di Desa Bontojai. Dari hasil percakapan salah satu petani jagung di tempat tersebut mengatakan bahwa, lahan tersebut digarapnya sendiri. Hasil panen mereka jual kepada para pedagang yang datang sendiri untuk membeli jagung mereka. Lahan yang digunakan untuk menanami jagung tersebut juga di tanami pula padi ketika setelah panen jagung.








2.      Petani Rumput Laut
Untuk lokasi selanjutnya yaitu pada Desa Pa'jukukkang, dimana yang menjadi hasil observasi yaitu hasil pertanian rumput laut. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada salah satu petani rumput laut yaitu Bapak Hasan, beliau mengatakan bahwa penjemuran rumput laut setelah panen biasa berlangsung 2 - 3 hari jika itu terik. Sementara ketika mendendung bisa memakan waktu hingga 1 minggu dan terkadang membuat rumput laut itu membusuk atau rusak. Panen dilakukan 40-50 hari sekali panen, jika ada hujan, tetapi jika hujan tak ada panen dapat dilakukan selama 2 bulan sekali. Ada tempat penyaluran tersendiri untuk rumput laut yang sudah kering.
 








3.      UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Batukaropa
Tempat ini merupakan pusat penyaluran benih/bibit tanaman buah. Penyalurannya telah dilakukan hampir keseluruh Indonesia. Lokasi utama penyaluran yaitu Indonesia bagian Timur. Ada beberapa tahap yang dilakukan sebelum penyaluran bibit tanaman tersebut.
a)      Penyemaian selama 3 bulan
b)      Okulasi / pencakokan tanaman selama 8 bulan. Disinilah nantinya tanaman baru akan tumbuh.
Setelah dilakukan itu semua, bibit tersebut sudah dapat dislurkan kepada pembeli. Adapun bibit buah yang ada di balai ini, yaitu mangga, jeruk, durian, tomat, buah sri lanka, dan lain-lain.

 









4.      Persawahan
Ada beberapa teknik yang digunakn oleh para petani padi yaitu : tabur benih, penanaman langsung dan menggunakan alat. Panen dilakukan ±120 hari atau sekitar 4 bulan. Penanaman padi disini menggunakan pupuk urea jenis ZA.
 










               

BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari hasil observasi dapat disimpulkan bahwa daerah Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba merupakan daerah yang berpotensi sebagai pusat pertanian Indonesia. Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba mungkin dapat dibina dan mendapat perhatian pemerintah lebih untuk mengembangkankan lebih baik lagi agar pertanian di Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba.
B.     Saran

Adapun saran yang dapat diberikan, sebagai mahasiswa yang memprogram mata kuliah Geografi Pertanian sebaiknya dapat menerapkan ilmu yang telah didapat, agar perkembangan pertanian di Indonesia lebih baik lagi terutama untuk Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba.

No comments:

Post a Comment